Ada Apa dengan Susu Kental Manis ?

Ada Apa dengan Susu Kental Manis ?

Berita yang sedang heboh beberapa hari ini adalah tentang susu kental manis yang ternyata bukanlah susu. “Loh, bagaimana maksudnya?” ini mungkin kalimat pertama yang Anda lontarkan ketika mendengar berita tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu menerbitkan surat edaran terkait produk susu kental manis. Dalam surat tersebut, BPOM menjelaskan 4 larangan yang harus diperhatikan oleh produsen, distributor, dan importir produk susu kental manis. Berikut ini ringkasan surat edaran tersebut.

  1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apa pun.
  2. Dilarang memvisualisasikan produk susu kental manis dan analognya sebagai produk penambah zat gizi.
  3. Dilarang memvisualisasikan gambar susu cair atau susu dalam gelas dan juga dilarang disajikan sebagai susu yang diseduh untuk minuman.
  4. Khusus untuk konten iklan, dilarang ditayangkan pada jadwal tayang acara anak-anak.

Berdasarkan surat edaran tersebut, produsen, pengusaha, importir, atau distributor susu kental manis harus menyesuaikan produknya dengan surat edaran tersebut. Penyesuaian tersebut dilakukan selama maksimal 6 bulan setelah surat edaran di atas diterbitkan.

Perdebatan tentang susu kental manis ini sebenarnya sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Ada banyak sekali orangtua yang salah paham dengan susu kental manis. Mereka menganggap susu kental manis sama dengan susu sapi. Akibatnya kesalahpahaman tersebut,banyak orangtua memberikan susu kental manis untuk bayinya yang bahkan belum genap berusia satu tahun.

 

Yang lebih disayangkan lagi, ada banyak sekali kasus gizi buruk akibat orangtua salah memberikan produk susu tersebut kepada anak. Orangtua yang memiliki keterbatasan biaya menganggap produk susu kental manis sama seperti susu formula yang bisa diberikan ke bayi dan anak-anak. Akibatnya, anak kekurangan nutrisi.

Dengan adanya surat edaran dari BPOM,diharapkan orangtua bisa lebih paham bahwa susu kental manis sebenarnya bukanlah susu formula. Susu kental manis memang memiliki kandungan gizi yang cukup baik, tetapi akan sangat berbahaya jika diberikan kepada bayi. Kandungan gula yang tinggi tidak disarankan untuk anak di bawah usia 5 tahun.

Bagi orang dewasa pun, konsumsi susu kental manis ini tidak dianjurkan terlalu sering dikonsumsi. Penyajian susu kental manis seharusnya hanya untuk bahan campuran pelengkap makanan saja seperti topping kue dan es. Jadi, bukan sebagai konsumsi utama atau malah pengganti sarapan.

Menurut pendapat dr. Tirta Pratiwi Sari, Sp.GK, M.sc, dokter spesialis gizi, susu kental manis mengandung gula yang sangat banyak. Jika dilihat dari sisi proteinnya, susu kental manis mengandung hanya sedikit protein. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan susu segar atau susu formula. Belum lagi, masyarakat biasanya masih menambahkan gula pasir saat menyeduh susu kental manis. Kandungan gula jadi berlipat.

Resiko Susu Kental Manis pada Anak Usia Di Bawah 5 Tahun

Kebutuhan gizi setiap anak tentu berbeda. Nutrisi yang dibutuhkan sangat bergantung pada tahapan tumbuh kembang anak. Jika orangtua ingin memberi anak asupan nutrisi melalui susu, setidaknya harus sesuai dengan usia anak dan gizi yang ia butuhkan.Terlalu sering memberikan susu kental manis pada bayi apalagi anak dapat menimbulkan risiko sebagai berikut.

1. Memberatkan Organ Tubuh Bayi

Organ tubuh bayi masih belum berkembang secara sempurna. Mereka belum bisa mencerna kandungan gizi kompleks, selain ASI dan juga susu formula. Konsumsi susu kental manis dapat memberatkan kinerja organ tubuh bayi.

Lebih dari itu, seperti yang telah dijelaskan di atas, kandungan nutrisi pada susu kental manis tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Oleh karena itu, jangan sekali-kali memberikan susu kental manis kepada bayi.

2. Berisiko Menimbulkan Alergi

Beberapa bayi tidak bisa mentoleransi kandungan gula berlebih pada susu kental manis. Reaksi tubuh yang menolak kandungan dalam susu kental manis tentu akan menimbulkan gejala alergi seperti kulit ruam, kembung, diare, atau muntah-muntah.

Anda tentu tidak ingin bayi Anda mengalami masalah seperti yang dijelaskan di atas bukan? Dokter mana pun pasti tidak akan menyarankan susu kental manis pada bayi.

3. Risiko Kesehatan Serius

Ada banyak kasus gizi buruk yang menimpa bayi akibat pemberian susu kental manis.

Awal 2018, tercatat ada 4 anak — 3 diantaranya berusia dibawa 1 tahun– di Sulawesi Selatan yang menderita malnutrisi hingga dirawat di RS setempat karena orangtuanya memberikan susu kental manis sebagai pengganti ASI dan susu formula.

Pemberian susu kental manis memang beresiko menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bayi bisa mengalami kerusakan ginjal. Ginjal bayi yang masih dalam masa berkembang terpaksa harus bekerja lebih keras untuk mencerna susu kental manis.

Selain itu,anak yang sering mengonsumsi susu kental manis juga lebih berisiko terkena diabetes di usia dini.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa susu kental manis sebenarnya tidak terlalu sehat untuk dikonsumsi, terutama bagi bayi. Sebutan “susu kental manis bukanlah susu” tentu tidak sepenuhnya salah. Alih-alih mendapatkan manfaat layaknya mengonsumsi susu, susu kental manis justru hanya mengandung gula yang tinggi dan bahaya penyakit serius yang mengintai konsumennya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *