Jaman Hoax, tingkatkan diri dengan Belajar Sains

Jaman Hoax, tingkatkan diri dengan Belajar Sains

Di kalangan Pelajar, sains dianggap sebagai salah satu pelajaran yang membosankan. Peneliti independen di Eropa pernah melakukan survey terkait hal tersebut. Hasilnya, sebanyak 51% siswa yang diteliti mengatakan bahwa mata pelajaran sains memang sulit, membingungkan, dan juga membosankan. Lalu, 79% siswa juga setuju bahwa hanya siswa yang secara asal memang pandailah yang menguasai sains.

Tak hanya di Eropa, pelajaran sains juga dianggap sebagai pelajaran susah oleh anak-anak Indonesia. Di kalangan pelajar Indonesia pun muncul persepsi bahwa sains hanya bisa dikuasai oleh anak-anak pintar. Itulah alasan mengapa jurusan IPA di SMA selalu dianggap sebagai jurusan untuk anak-anak unggul.

Mengapa Anak-Anak Menganggap Pelajaran Sains Membosankan?

Persepsi yang sudah terlanjur tumbuh dalam kehidupan sehari-hari memang susah untuk diubah. Hingga saat ini, sains memang masih menjadi pelajaran “momok” bagi siswa. Kesulitan muncul  akibat dari perasaan tidak suka para siswa saat belajar sains. Tentu ada alasan yang mendasari mengapa sebagian besar siswa tidak menyukai sains. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Anak Tidak Mengerti Manfaat Pelajaran Sains

Anak-anak sering bertanya tentang mengapa seseorang harus belajar sains? Akan tetapi, sering kali pertanyaan tersebut tidak dijawab dengan benar oleh orangtua atau guru. Sebagian besar orang dewasa hanya menjawab bahwa ilmu sains sangat penting, dan anak akan menyadari betapa pentingnya ilmu sains saat dewasa.

Dengan jawaban seperti itu, tentu anak tidak akan merasa puas. Mereka akan tetap berpikir bahwa ilmu sains sangat membosankan dan tidak bermanfaat.

2. Guru yang Tidak Menyukai Sains

Idealnya, guru pasti menyukai mata pelajaran yang ia ajarkan. Guru yang tidak menyukai mata pelajaran yang diampu sangat mungkin untuk menyalurkan ketidaksukaannya kepada murid.

Untuk pelajaran sains yang sering dianggap susah, peran guru sangat penting untuk memancing minat siswa dalam belajar sains. Guru yang mengajar dengan menyenangkan dan sepenuh hati akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar.

3. Metode Belajar yang Kurang Menyenangkan

Bayangkan saja jika orangtua atau guru bisa mengajarkan sains seperti ketika mengajarkan seni atau olahraga, pasti anak akan lebih bersemangat. Pelajaran sains yang sudah memiliki label membosankan harus diajarkan menggunakan metode belajar yang berbeda supaya anak lebih bersemangat dalam belajar.

Metode belajar yang menyenangkan harus ditemukan oleh orangtua atau guru. Bagaimana pun, pelajaran sains sangat penting bagi anak-anak. Kesukaannya pada pelajaran sains harus ditumbuhkan sejak kecil.

Mengapa Sains Penting Bagi Anak?

Orangtua dan guru seringkali memandang sains hanya sebagai pelajaran sekolah. Nilai sains yang tinggi dianggap sebuah pencapaian akhir. Padahal sains sebenarnya lebih dari itu.

Sains berkaitan dengan cara berpikir anak. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan orangtua yang mendukung anak belajar sains sejak usia dini akan mengembangkan cara berpikir yang lebih kritis, logis dan mereka lebih bisa memecahkan masalah sendiri.

Jika cara berpikir yang demikian terus ditumbuhkan, anak tidak akan mudah termakan berita-berita palsu (hoax) ataupun percaya pada hal-hal yang tidak logis.

Secara otomatis anak akan memverifikasi suatu informasi yang ia terima terlebih dahulu. Ini sebuah cara berpikir yang perlu lebih ditumbuhkan di era banjir informasi seperti sekarang ini. Hingga negeri kita bisa punya generasi yang “bebas hoax”.  

Nah, Parents masih ingin menunda mengajarkan sains pada anak?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *