Tik Tok antara Kebanggaan atau Kewaspadaan ?

Tik Tok antara Kebanggaan atau Kewaspadaan ?

Layaknya generasi millenial yang sangat suka eksis di Facebook, Twitter, atau Instagram, generasi Z juga punya aplikasi media sosialnya sendiri. Sudahkah Orantua berkenalan dengan aplikasi Tik Tok?

Aplikasi ini sekilas mirip dengan Musical.ly yang sudah lebih dulu populer di banyak negara. Tik Tok adalah aplikasi pembuat konten video berdurasi singkat dengan fitur-fitur yang unik dan lucu. Video yang sudah dibuat tersebut kemudian bisa di-share langsung ke pengguna Tik Tok atau ke media sosial lainnya.

Aplikasi buatan Tiongkok ini banyak digunakan oleh gen Z. Mengapa aplikasi ini sangat diminati oleh kaum remaja yang masuk kategori gen Z ?

Alasannya adalah karena aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk membuat video pendek unik yang didukung dengan musik.

TikTok mampu memfasilitasi keinginan Gen Z untuk mengaktualisasi diri. Tidak heran, meski sejak diperkenalkan di Indonesia pada September 2017 lalu, aplikasi ini cepat sekali booming di kalangan remaja.

Beberapa pekan terakhir, aplikasi Tik Tok masih terus menduduki posisi pertama di Google Play Store dan App Store sebagai aplikasi paling dicari. Pengguna Tik Tok diklaim mencapai lebih dari 120 juta di seluruh dunia.

Jika Orantua penasaran dengan video-video Tik Tok, Anda tinggal buka Youtube dan ketikkan kata kunci “Tik Tok”, maka akan muncul banyak sekali video unik yang sebagian besar di antaranya dibuat oleh anak-anak dengan rentang usia 10 – 18 tahun. Atau tengok saja explore di Instagram, pasti ada beberapa video Tik Tok yang nyasar di Explore kita.

Apakah kita harus ikut bangga dengan kreativitas para remaja yang membuat video Tik Tok?

Ini adalah pertanyaan berikutnya setelah mengetahui fenomena aplikasi Tik Tok. Beberapa video kreatif dari anak-anak memang bisa membuat kita berdecak kagum karena ide dan konten kreatifnya. Sayangnya, seperti halnya semua jenis sosial media, ada saja video-video dengan konten tak layak untuk anak maupun remaja yang hadir di Tik Tok.

Nah, karena anak kita adalah salah satu pengguna Tik Tok, mungkin saja mereka pun akan terpapar dengan konten-konten yang tidak mendidik dan bisa jadi tidak sesuai umur mereka.

Seiring dengan perkembangannya, Tik Tok ditengarai tak lagi membawa dampak positif.

Kecenderungan remaja untuk membuat konten-konten tidak senonoh mulai meningkat. Ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Oleh karena itu, jika anak Anda sudah mulai keranjingan bermain Tik Tok. Anda patut waspada.

Apa yang harus diwaspadai dari Aplikasi Tik Tok?

1. Pengaturan Privasi

Hal pertama yang harus diwaspadai dari aplikasi ini adalah masalah pengaturan privasi. Hanya ada dua pengaturan privasi dalam Tik Tok, yaitu pribadi atau publik. Jika anak-anak memposting foto di Tik Tok, secara otomatis foto tersebut bisa diakses oleh semua pengguna Tik Tok.

Pengaturan privasi tersebut juga berlaku untuk pengaturan pesan. Jika Anda menyetelnya dengan “publik”, siapa pun bisa mengirim pesan atau mengomentari konten Anda. Hal ini tentunya tidak aman jika digunakan oleh anak-anak di bawah umur.

Lain halnya dengan aplikasi seperti Instagram atau Facebook, yang pengaturan privasinya lebih ketat. Di Instagram, jika kita mengatur “private” pada akun kita, orang yang bisa melihat status kita hanyalah akun yang sudah di-accept.

2. Penyebaran Konten Video

Setelah satu konten video diposting di Tik Tok, pengguna tidak lagi bisa mengontrol penyebaran video tersebut. Orang lain bisa mendownload kemudian menyebarkan kembali videonya. Ini adalah hal yang bisa jadi menguntungkan apalagi jika pembuat konten memang ingin videonya viral. Namun, rasanya dengan dampak viral seperti ini akan sangat tidak bijak jika sampai yang tersebar adalah konten negatif.

 

3. Akses Konten Video

Berbeda dengan Youtube yang membatasi konten-konten video berdasarkan umur, di dalam Tik Tok, siapa pun bisa mengakses video yang sudah diunggah.Dan celakanya, tidak semua konten video Tik Tok adalah video yang positif, banyak di antaranya berisi video-video yang tidak pantas ditonton anak-anak.

Bagaimana jika Anak sudah Kecanduan Bermain Tik Tok?

Belum terlambat untuk menjelaskan pada anak Anda agar membatasi bermain Tik Tok. Bagaimana pun, aplikasi ini punya dampak-dampak negatif bagi anak-anak, terlebih tentang privasinya.

Jika anak sudah terlanjur keranjingan bermain Tik Tok, sebaiknya alihkan fokusnya dengan mengikutkan anak kegiatan yang lain seperti kelas-kelas sinematografi.

Dengan mengikuti kursus sinematografi atau yang sejenis, anak akan diajari cara membuat film atau video dengan konten yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Jadi, mereka tetap bisa berkreasi sesuai dengan minat dan bakatnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *