Ini Penyebab Dada Sering Terasa Sesak Saat Dilanda Rindu

Ini Penyebab Dada Sering Terasa Sesak Saat Dilanda Rindu

Semua orang pasti pernah merasa rindu. Perasaan rindu bisa melanda siapa saja. Rasa rindu ini bahkan akan terasa begitu menyesakkan dada bagi mereka yang sedang jatuh cinta tapi terpisah jarak dan waktu.

Semakin lama rindu di tahan di dada, semakin menggebu rindu tersebut. Lalu apa obatnya? Banyak yang bilang bahwa obat dari segala rindu adalah pertemuan. Namun benarkah seperti itu? Pertemuan memang bisa mengobati rindu dalam sesaat. Setelah itu, rindu bisa kembali muncul dengan volume yang lebih besar.

Setelah perpisahan, rindu juga bisa kembali muncul dengan cara lebih menggebu bahkan menyakitkan. Dilansir dari yourtango.com, perasaan rindu atau kangen adalah perasaan yang muncul bersamaan dengan rasa cinta.

Jika seseorang jatuh cinta, menurut para peneliti itu berhubungan erat dengan hormon dopamin dalam tubuh. Hormon dopamin sendiri punya pengaruh kuat terhadap rasa sakit, bahagia dan hasrat dalam diri. Saat dilanda rindu atau cinta, hormon dopamin di tubuh pun akan meningkat dan membuat perasaan terasa sakit, bahagia juga tak karuan dalam waktu yang sama.

Para ahli juga menemukan jika produksi dopamin berpengaruh besar terhadap hormon serotonin dalam tubuh. Hormon serotonin adalah hormon yang mengendalikan stres, suasana hati serta nasfu. Bagi perempuan, perasaan rindu atau kangen juga dipengaruhi oleh aktivitas hormon.

Gabrielle Lichterman dari Hormone Horoscope mengungkapkan jika siklus bulanan pada perempuan mempengaruhi hormonnya. Ini nantinya meningkatkan rasa rindu, kangen, cemas, cinta dan bahagia di waktu bersamaan. Siklus bulanan juga berpengaruh besar terhadap sensitivitas, suasana hati dan tingkat ketergantungannya pada seseorang.

Tentang perasaan rindu ini, para ahli menyarankan agar kita bisa mengendalikan rindu sebaik mungkin. Jangan sampai perasaan rindu yang menggebu-gebu atau cenderung berlebihan justru menjadi kerugian bagi diri kita sendiri.

 

Sumber :Liputan6.com

Instagram Jadi Media Sosial Paling Buruk Untuk Kesehatan Mental?

Instagram Jadi Media Sosial Paling Buruk Untuk Kesehatan Mental?

Sudah tidak diragukan lagi kalau Instagram, kini menjadi media sosial paling terpopuler mengingat banyaknya pengguna dari berbagai negara. Namun, sayangnya ternyata Instagram juga mendapat predikat sebagai media sosial terburuk bagi kesehatan mental.

Pernyataan tersebut diambil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health and Young Health Movement. Menurut tim peneliti, Instagram adalah media sosial terburuk untuk kesehatan mental.

Kesimpulan ini diambil dari survei yang dilakukan oleh tim peneliti. Di mana hampir 1.500 remaja yang tinggal di Inggris, berusia antara 14 hingga 24 tahun, diminta untuk memberi peringkat kepada 5 platform media sosial yang sangat populer, termasuk Facebook, Instagram, Snapchat, YouTube dan Twitter.

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan dampak platform-platform media sosial tersebut terhadap kehidupan pribadi para partisipan. Seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, rasa takut tertinggal dari yang lain (FOMO), dan bahkan pandangan terhadap citra tubuh sendiri.

Setelah melakukan analisis terhadap lima platform media sosial yang diberi peringkat berdasarkan pengaruh positif dan negatifnya terhadap kesehatan mental kaum muda, ternyata Instagram berada di urutan teratas sebagai aplikasi paling berbahaya terhadap kesehatan mental.

Salah satu alasannya adalah, Instagram membuat para wanita dan gadis-gadis muda merasa tidak percaya diri dengan tubuh mereka sendiri, berkat unggahan foto-foto influencer yang tampak memiliki penampilan sempurna. Dorongan untuk terlihat sempurna dari Instagram begitu kuat sehingga remaja dan dewasa muda menghabiskan banyak waktu untuk memilih filter yang benar dan kalimat keterangan yang unik demi meraup lebih banyak tanda suka dan komentar.

Selain itu, Instagram juga dapat dorongan kuat untuk membandingkan diri dengan orang lain. Akan sangat mudah menemukan orang-orang yang merasa sedih atau putus asa setelah melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia dan sukses di Instagram.

Akibatnya, para dewasa muda dan remaja ini, terutama wanita merasa sangat tidak percaya diri melihat kesempurnaan orang lain yang salah. Hal inilah yang dapst menyebabkan tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah dan bahkan secara drastis mempengaruhi suasana hati seseorang. Padahal, tak semua foto-foto di Instagram yang tampak sempurna sama seperti kenyataan.

“Media sosial sekarang sudah begitu mengakar pada kehidupan orang-orang muda sehingga kita tidak mungkin bisa mengabaikan (media sosial) ketika berbicara mengenai masalah kesehatan mental anak pada orang-orang muda,” terang Shirley Cramer, Chief Executive dari Royal Society for Public Health Shirley Cramer seperti dilansir Times of India, Senin (14/1/2019).

Dari kelima platform media sosial yang diteliti, hanya Youtube menempati urutan teratas sebagai media sosial yang dapat memberi pengaruh positif bagi kesehatan mental. Di urutan kedua setelah YouTube adalah Twitter. Namun secara umum, tim peneliti mengungkapkan bahwa empat platform media sosial kecuali YouTube diketahui berkaitan dengan pola tidur yang buruk.

Terlepas dari beragam dampak negatif yang diberikan, media sosial sebenarnya bisa memberikan pengaruh positif jika digunakan secara bijak. Sebaiknya waktu penggunaan platform media sosial dibatasi. Beberapa aplikasi juga dapat diunduh agar tidak terganggu oleh platform media sosial.

 

Sumber : Okezone.com

Ternyata Menatap Mata Bisa Membuat Jatuh Cinta

Ternyata Menatap Mata Bisa Membuat Jatuh Cinta

Bertatapan mata sering terjadi antar 2 insan. Tapi tahukah Anda kalau bertatapan mata juga bisa bikin jatuh cinta? Tatapan mata mungkin suatu hal biasa dan sepele dilakukan banyak orang, apalagi ketika bicara. Menatap mata lawan bicara adalah bentuk perhatian dan tata krama yang perlu ditunjukkan.

Orang mungkin menyadari bahwa tatapan mata bisa bikin jatuh cinta. Untuk seseorang yang memang sudah tertarik secara fisik, bertatap mata dalam waktu lama bisa membuat jatuh cinta. Apa penyebabnya?

Dilansir dari BBC, ada penjelasan ilmiah mengapa tatapan mata bisa membuat seseorang jatuh cinta. Psikolog New York Professor Arthur Arun, telah meneliti fenomena dinamis tentang alasan orang bisa jatuh cinta, dan salah satu alasannya adalah tatapan mata.

Saling menatap mata memiliki pengaruh sangat besar terhadap perasaan dua orang yang melakukannya. Ia meminta dua orang yang tidak saling kenal melakukan kontak mata tanpa bicara dan melakukan apa-apa selama empat menit. Dua orang asing itu hanya menatap mata satu sama lain.

Setelah itu, banyak yang mengaku bahwa mereka merasakan kedekatan emosional dan ketertarikan hati pada pasangannya. Saat seseorang menatap mata, ia merasa diperhatikan, merasa diinginkan dan bahkan mampu melepaskan hormon endorfin yang membuat seseorang bahagia.

Hal ini bisa dipahami karena mata merupakan bagian tubuh yang menyimpan banyak energi, termasuk energi yang menarik seseorang untuk mencintai.

Jadi jika ada istilah mata adalah jendela hati, mungkin ada benarnya juga. Begitu juga dengan istilah dari mata turun ke hati. Karena seringkali orang jatuh cinta karena menatap mata seseorang.

 

Sumber : Liputan6.com

Ternyata Media Sosial Bikin Anak Jadi Matre

Ternyata Media Sosial Bikin Anak Jadi Matre

Seorang Peneliti dari Nanyang Technological University Singapura, May O Lwin menyebut media sosial membuat anak menjadi materialistis. Dampak buruk tersebut semakin mudah terjadi jika tidak diberikan bimbingan dari orangtua .

Selain itu, Lwin juga menyebut risiko penggunaan media digital antara lain perundungan di dunia maya, pelecehan dalam jaringan, kecanduan Internet, kecanduan permainan, dan akses konten berbahaya.

“Ini semua dapat mempengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri dan juga penciptaan nilai-nilai pada anak,” ujar Lwin yang juga merupakan Associate Dean of the College of Humanities, Arts and Social Sciences di Nanyang Technological University dalam mini simposium yang diselenggarakan oleh Makara Human Behavior Studies in Asia di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Dampak buruk tersebut tentu berpengaruh pada perkembangan anak-anak terutama dalam menciptakan perilaku atau nilai-nilai dalam kehidupan sosial mereka. Lwin mengatakan salah satu dampak buruknya adalah anak menjadi sangat materialistis karena mereka pikir semua orang menunjukkan hal-hal terbaik yang mereka punya di jaringan sosial.

“Sehingga mereka berpikir gaya hidup tiap orang seperti ini, jadi menurut mereka penting kalau mereka punya hal-hal berbau materi,” lanjutnya. Dengan demikian, materialisme tumbuh dalam diri anak-anak. Anak-anak menjadi salah arah dan materialistis karena menganggap betapa berharganya memiliki barang-barang berharga dan banyak uang, sementara nilai moral dikesampingkan. “Mereka juga menjadi kurang terikat pada keluarga,” tuturnya.

Padahal nilai-nilai moral dan tradisional yang baik dalam membangun kehidupan di keluarga dan masyarakat seharusnya tumbuh dengan baik dalam pribadi anak-anak seperti menghargai orang yang lebih tua, namun mereka jadi terlalu menekankan pada hal-hal berbau materi.

Lwin mengatakan peranan orangtua dalam membimbing, mengarahkan dan memantau anak-anak dalam penggunaan media digital sangatlah krusial. orangtua dapat menerapkan komunikasi aktif untuk memberikan informasi dan arahan mengenai bahaya dan penggunaan yang baik dari media digital serta konten yang boleh diakses dan tidak berbahaya.

Orangtua pada anak-anak di bawah usia 12 tahun juga dapat menerapkan mediasi restriktif yakni menerapkan batasan atau aturan tertentu dalam penggunaan media digital, misalnya batasan terhadap jumlah waktu pemakaian dan konten yang dapat diakses.

 

Sumber : Okezone.com

Kenapa Badan Merinding Saat Buang Air Kecil ?

Kenapa Badan Merinding Saat Buang Air Kecil ?

Setiap orang pasti akan melakukan buang air kecil sebagai akhir dari proses metabolisme tubuh manusia.

Saat buang air kecil, pernahkah Anda merasa sekujur tubuh bergetar atau bulu kuduk merinding? Tenang, apa yang Anda alami itu sebenarnya wajar dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Melansir Hello Sehat, penyebab sekujur tubuh merinding saat kencing adalah kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan darah sekaligus dalam satu waktu.

Seperti kita tahu, suhu urine itu relatif hangat. Saat kita kencing, suhu inti tubuh ikut menurun karena air hangat yang dikeluarkan dari tubuh. Perubahan suhu secara mendadak ini kemudian memicu tubuh menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan tubuh.

Itu kenapa Anda bisa bergidik atau gemetar dalam detik-detik pertama selama tubuh mengeluarkan urine.

Selain tubuh bergetar gara-gara perubahan suhu tubuh, Live Science pernah melaporkan ada hal lain yang jadi penyebabnya.

Dokter spesies urologi Simon Fulford yang praktek di James Cook University Hospital, Inggris, mengatakan bahwa kerja sistem saraflah yang sebetulnya jadi dalang utama di balik munculnya sensasi merinding saat buang air kecil.

Proses buang air kecil tidak semudah hanya karena Anda ingin saja. Naluri ingin ingin buang air kecil diatur oleh pusat kendali otak bernama ANS yang mengendalikan fungsi tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung.

Di dalam ANS terdapat dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat kencing, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik (SNS).

Ketika kandung kemih penuh oleh urine, reseptor saraf yang ada di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya peregangan akibat bertambahnya volume cairan.

Reseptor ini lalu mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf sakral. Setelah itu, saraf sakral akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu kontraksi otot kandung kemih agar mulai mendorong urin keluar dari tubuh.

Proses ini bila diibaratkan seperti menahan saklar lampu setengah jalan; aliran listrik (urine) belum sepenuhnya terputus sampai mati (hasrat ingin kencing sudah ada, tapi aliran urinenya belum mulai).

Pada akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih (kita buang air kecil), sistem saraf yang ada dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah.

Penurunan tekanan darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin.

Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh merinding saat buang air kecil.

Pria lebih sering merinding saat kencing Sensasi merinding saat kencing biasanya lebih cenderung dialami oleh pria daripada wanita. Pasalnya, posisi berdiri saat buang air kecil menyebabkan saraf parasimpatis lebih aktif ketimbang saat jongkok atau duduk.

Sumber : Kompas.com

Penyebab Banyak Ibu Sulit Menurunkan Berat Badan Pasca Bersalin

Penyebab Banyak Ibu Sulit Menurunkan Berat Badan Pasca Bersalin

Tubuh yang langsing dan ideal adalah idaman setiap Wanita. Namun tak sedikit wanita yang merasa sulit menurunkan berat badan atau sekadar memiliki waktu luang ke tempat kebugaran setelah melahirkan. Padahal, jika tahu cara mengatasi kelelahan mengurus anak, mereka pun bisa bugar seperti dulu.

Seperti halnya Kate Hudson yang banyak dipuji beberapa majalah kebugaran di Amerika. Di usia yang tak lagi muda, dengan anak tiga, dia disebut sebagai wanita paling seksi. Apa yang bisa dipelajari darinya?

Berikut beberapa kesalahan umum yang dihadapi ibu baru setelah melahirkan, seperti dikutip Livestrong pada Minggu, 23 Desember 2018.

1. Tidak memiliki waktu untuk diri sendiri

Anda tidak bisa sehat jika tidak meluangkan waktu untuk diri sendiri. Hudson adalah ibu dari tiga anak laki-laki, co-founder pakaian olahraga Fabletics, dan masih berakting dalam film.

“Mari kita jujur, anak-anak tentu mengambil posisi nomor satu. Tapi penting meluangkan waktu untuk diri sendiri,” tulisnya di posting Instagram sesaat setelah kelahiran putranya.

Meski banyak ibu baru merasa bersalah karena tidak mencurahkan seluruh waktu mereka untuk kebutuhan bayi. Akan tetapi penting untuk memperhatikan kebutuhan Anda terlebih dahulu–terutama ketika menyangkut kesehatan Anda.

Bahkan jika Anda hanya dapat membebaskan 10 menit sehari untuk memulai, manfaatkan semuany.

2. Banyak alasan

Saya tidak bisa ke gym adalah alasan yang saya dengar sepanjang waktu,” kata Erin Aynes, seorang pelatih pribadi.

Menurutnya, Anda tidak perlu gym untuk berolahraga. Bawalah Anda dan bayi ke luar rumah untuk berjalan-jalan. Nikmati udara segar dan sinar matahari pagi selama 20 hingga 30 menit.

Anda bahkan bisa melompat-lompat di rumah dan berolahraga selama waktu anak tidur siang. Anda juga dapat melihat beberapa video online atau aplikasi kebugaran di ponsel Anda.

3. Membandingkan Diri Anda dengan Orang Lain

Lupakan tentang Kate Hudson. Jadilah diri sendiri secara utuh agar tubuh dan pikiran lebih sehat. Tidak membandingkan orang lain akan membuat Anda lebih fokus pada diri sendiri.

4. Tidak Meminta bantuan

Beri tahu pasangan, teman, dan keluarga bahwa Anda ingin memiliki waktu untuk kesehatan Anda sendiri sehingga Anda siap untuk menjadi ibu. Minta mereka untuk membantu merawat anak kapan pun mereka bisa, dan cobalah untuk membuat mereka berkomitmen pada hari tertentu dan waktu tertentu.

Kemudian Anda dapat merencanakan untuk melakukan beberapa aktivitas baru.

5. Melakukan terlalu Cepat

“Satu kesalahan besar yang dilakukan ibu baru adalah memaksakan dirinya untuk berolahraga dalam program yang belum siap,” kata Aynes.

Meskipun Anda mungkin putus asa untuk menurunkan berat badan, namun jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak siap Anda lakukan. Anda mungkin akan stres dan memengaruhi produksi ASI.

 

Sumber : Liputan6.com

Siap Menghadapi Era Industri 4.0 Orangtua Wajib Melek Internet

Siap Menghadapi Era Industri 4.0 Orangtua Wajib Melek Internet

Menghadapi industri 4.0 saat ini, orangtua perlu melek teknologi, utamanya internet, sehingga dapat mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet, dan memilih konten yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak.

Hal tersebut pernah disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, pada Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga di Bandung, Kamis (6/12/2018).

“Kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi orangtua. Teknologi komunikasi saat ini bisa mendekatkan sekaligus berpeluang menjauhkan hubungan orangtua dengan anak,” ujarnya.

Menurut Muhadjir, hal itu dirasa penting karena saat ini waktu kebersamaan antara orangtua dan anak di rumah kerap berkurang karena tergantikan dengan teknologi. Muhadjir memberi harapan, bila tantangan kemajuan teknologi mampu dihadapi para orangtua, Indonesia dapat mencapai generasi emas secara gemilang pada 100 tahun Indonesia merdeka, yakni tahun 2045.

Menyadari pentingnya kerjasama guru dan orangtua dalam perkembangan anak, pemerintah secara intensif mewujudkan pemikiran bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, yakni kemitraan tri pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memebntuk Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga tahun 2015 lalu yang lantas menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

Pada aturan tersebut, telah diatur mekanisme dan bentuk pelibatan keluarga di satuan Pendidikan. Menurut Muhadjir, kerja sama dan keselarasan program pendidikan yang diselenggarakan di satuan PAUD dan di keluarga akan mendukung optimasisasi perkembangan anak.

Oleh karena itu selain memberikan penguatan terhadap penyelenggaraan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan penguatan tentang pengasuhan anak kepada orang tua melalui program pendidikan keluarga. Dialog nasional yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai 8 Desember tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan”.

Hadir dalam dialog tersebut antara lain pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman baik dan ide tentang PAUD dan pendidikan keluarga. Selain itu, juga juga diselenggarakan acara Workshop penyelenggaraan PAUD dan Pendidikan Keluarga di masa depan.

Sejumlah topik yang diangkat antara lain pencegahan gagal tumbuh (stunting) melalui PAUD Holistik Integratif; keterlibatan orang tua dalam pengawasan perkembangan anak usia dini.

Pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari juga akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi dalam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber : Kompas.com

Wow, Begini Tips Membuat Suami Makin Cinta

Wow, Begini Tips Membuat Suami Makin Cinta

Rasa Cinta yang bersemi antara suami dan istri harus selalu dijaga dan dipelihara. Bukan cinta yang dibangun kian memudar setelah menikah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar suami makin cinta pada sang istri.

Kedekatan dan keintiman harus selalu ditingkatkan tiap saat agar rumah tangga yang dibina suami dan istri makin harmonis. Untuk membuat suasana harmonis dan intim, bisa dimulai dari melakukan hal-hal yang sederhana.

Berikan Pujian

Saat berduaan dan bermesraan, bisa peluk suami lebih erat dan bisikkan pujian yang berkaitan dengan sisi maskulinnya. Pujian tersebut tak sebatas fisik, bisa juga perhatiannya yang besar terhadap sang istri. Tak hanya itu, bisa juga memujinya karena sudah memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Dukung Impiannya

Jika suami punya impian yang ingin diraih, coba dukung impiannya itu. Bantu suami mendapatkan ruang untuk mewujudkan keinginannya. Tentu dengan cara yang positif. Dukungan tersebut sangat penting hingga membuat suami makin cinta terhadap istrinya.

Biasakan Peluk dan Cium

Pelukan dan ciuman singkat saat akan berpisah atau kembali bertemu di rumah mampu membuat hubungan makin lengket. Sentuhan hangat bisa merilekskan tubuh dan pikiran akan lebih tenang.

Waktu Khusus Menemani Suami

Tak jarang suami butuh ruang sendiri untuk menekuni dan melakukan sesuatu yang sangat disukainya. Perhatian dan dukungan dari istri sangat penting. Bahkan, dia bisa sangat bahagia saat kita meluangkan waktu khusus untuk menemaninya.

Merasa Dibutuhkan

Saat istri memiliki masalah, usahakan minta solusi dan saran dari suami. Saat istri butuh bantuannya untuk memperbaiki sesuatu, telepon atau kirim pesan teks. Saat suami merasa dibutuhkan, dia merasa dihargai dan dicintai.

 

Sumber : Liputan6.com

Inilah 4 Kondisi Sebabkan Seseorang Suka Menangis Tiba-Tiba

Inilah 4 Kondisi Sebabkan Seseorang Suka Menangis Tiba-Tiba

Manusia adalah makhluk lemah yang diciptakan dengan beragam kemampuan. Salah satunya adalah meneteskan air mata. Memang, menangis adalah hal yang wajar, semua orang melakukannya. Namun, bagaimana jika sering menangis tiba-tiba? Apakah kondisi ini normal?

Menangis terjadi ketika Anda sedang merasakan suatu emosi. Yvonne Thomas, Ph.D., seorang psikolog di Los Angeles, seperti dilansir dari Shape, Rabu (26/12/2018), berpendapat bahwa menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada kesehatan. Berikut beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menangis tiba-tiba.

Stres

Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Baik karena masalah pekerjaan maupun masalah hubungan dengan pasangan sering membuat Anda menjadi stres. Saat stres memuncak, menangis menjadi reaksi pertama yang Anda lakukan. Jadi, ini bisa menjadi penyebab seseorang menangis tiba-tiba.

Sisihkan waktu dan tanyakan pada diri sendiri apa yang mungkin membuat Anda stres, dan bentuk rencana untuk menghadapinya secara langsung. Walaupun stres itu sendiri bukanlah kondisi medis formal, stres yang berlebihan dapat memperburuk masalah fisik atau bahkan membantu meredakannya, mulai dari gangguan pencernaan hingga penyakit jantung.

Depresi

Rasa stres yang terus-menerus menimpa Anda, bisa menyebabkan kondisi tersebut berubah jadi depresi. Bahkan, depresi bisa terjadi tanpa didahului oleh stres. Stres memuncak bisa membuat Anda menangis secara tiba-tiba, maka depresi akan membuat Anda lebih sering untuk menangis bahkan tanpa Anda sadari.

Depresi yang dipicu oleh stres terjadi cukup lama, bahkan hingga memakan waktu beberapa minggu. Kondisi ini memengaruhi aktivitas fisik Anda. Banyak orang menunjukkan depresi sebagai frustrasi, kemarahan, atau lekas marah. Masing-masing emosi tersebut dapat menyebabkan air mata, jadi jika Anda mengalaminya, temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan depresi, bahkan jika Anda tidak merasa sedih.

Gangguan kecemasan

Berbeda dengan rasa cemas yang normal, gangguan kecemasan bisa menimbulkan rasa cemas luar biasa. Biasanya kondisi ini ditandai dengan rasa emas yang cukup lama dan jantung berdebar. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang menangis secara tiba-tiba.

Gangguan kecemasan ini sering terjadi pada wanita, dan semua emosi yang ditimbulkannya dapat menyebabkan seringnya air mata, bahkan ketika Anda tidak merasa panik.

Gejala PMS

PMS atau sindrom pramenstruasi terjadi pada banyak wanita saat siklus menstruasinya tiba. Saat hari-hari menjelang haid, kadar estrogen dan progesteron menjadi naik turun atau tidak seimbang. Bahan kimia otak bertanggung jawab atas suasana hati yang terpengaruh sehingga dapat memicu iritabilitas, kemurungan, dan sesi menangis.

Jika Anda stres atau cemas, PMS dapat memperbesar perasaan itu dan membuat Anda menangis. Bila Anda merasakan gejala PMS yang sangat mengganggu, Anda bisa melakukan konsutasi ke dokter untuk mengurangi gejalanya. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi dipercaya dapat mengurangi risiko Anda mengalami PMS.

 

Sumber : Okezone.com

Kenali Jadwal Berhubungan Seks Dapat Tentukan Anak Cewek atau Cowok

Kenali Jadwal Berhubungan Seks Dapat Tentukan Anak Cewek atau Cowok

Keberadaan Anak di dalam keluarga adalah hal yang paling diidam-idamkan pasangan suami-istri. Nah, salah satu yang menjadi cita-cita lain adalah memiliki anak cewek ataupun cowok.

Mungkin Anda berpikir kalau memiliki cewek ataupun cowok adalah takdir. Tapi jangan salah, ada triknya lho biar Anda bisa hamil bayi-bayi menggemaskan sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Mungkin sang istri menginginkan bayi perempuan dalam sebuah keluarga, sementara sang suami inginkan kehadiran anak laki-laki. Secara teori, bisa kok semua itu diwujudkan.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Boy Abidin, SpOG mengatakan, seorang perempuan dapat merencanakan kehamilan dengan tepat juga penentuan jenis kelamin. Kalau Anda ingin bayi laki-laki atau perempuan, jadwal berhubungan seks ternyata jadi tameng penting.

“Punya bayi laki-laki atau perempuan, berdasarkan teori bisa diatur, tapi memang lebih besar kehendak Tuhan,” ungkap dr Boy kala ditemui di kawasan Kuningan.

Dokter Boy menambahkan, hal yang menentukan terjadinya kehamilan anak laki-laki dan perempuan komponen X dan Y. Komponen tersebut dikandung oleh kualitas sperma suami. Ketika X bertemu sel telur, maka jadilah calon janin bayi perempuan. Lalu, saat Y bertemu dengan sel telur jadilah calon janin bayi laki-laki.

Bukan cuma itu, Jadwal berhubungan seks juga mesti diatur dengan tepat. Kalau menginginkan hamil anak perempuan, jangan berhubungan seks saat masa subur. Lantaran pada masa subur sperma komponen Y lebih dominan, maka kemungkinan besar akan lahir anak laki-laki.

“Sebenarnya, gerakan sperma X lebih lama, butuh waktu 1-2 hari ovulasi. Maka kalau ingin anak perempuan, lebih baik berhubungan seks pas tidak masa subur,” tuturnya.

Selain mengatur jadwal berhubungan seks, sebut dr Boy, teori berikutnya adalah dengan cara inseminasi. Dokter akan mencarikan komponen X dan Y yang kualitasnya bagus. “Jadi banyak cara buat wujudkan kehamilan anak perempuan atau laki-laki. Pasangan tidak perlu khawatir,” pungkas dr Boy.

 

Sumber : Okezone.com