Tubuh Sering Terasa Lelah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Tubuh Sering Terasa Lelah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Usia yang semakin bertambah, sadarkah kita semakin sering merasa terus-menerus merasa lelah? Jika kondisi di mana diri merasa terus-menerus capek, kemungkinan alasannya karena kita telah melakukan sesuatu yang salah, salah satunya terkait soal cara tidur. Padahal tidur yang baik dan berkualitas sangat penting untuk didapatkan, agar tak melulu merasa capek loh.

Maka dari itu, yuk ketahui apa saja alasan kenapa diri terus-menerus merasa capek dan cara apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur. Melansir Dailymail, Senin (31/12/2018) berikut paparan dari ahli spesialis tidur, Olivia Arezzolo.

1. Cahaya lampu di malam hari

obat lelah dan capek

Sinar lampu ini bukan hanya datang dari gadget seperti ipad, komputer, ataupun smartphone, namun juga tata cahaya lampu di rumah. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Endocrionology and Metabolism: membuktikan bahwa lampu kamar yang biasa ada di langit-langit dapat menekan hormon kantuk melatonin selama 90 menit, yang menyebabkan tidur yang lebih pendek dan ringan. Solusinya bisa dengan menggunakan kacamata yang bisa menghalangi cahaya biru, atau menggunakan lampu tidur yang cocok atau menerapkan dua cara ini sekaligus.

2. Tombol Tunda Pada Alarm

cepat lelah dan jantung berdebar

Ya, banyak orang yang memang suka menekan tombol snooze saat alarm telah berbunyi di pagi hari. Orang yang menekan tombol snooze berpikir bahwa tombol snooze membuat diri bisa mendapatkan beberapa menit ekstra berharga di pagi hari untuk tidur kembali.

Faktanya malah sebaliknya loh! Dikatakan, para ilmuwan di University of California menyoroti bahwa faktor ini berkontribusi pada inersia tidur, atau perasaan grogi “belum tidur sama sekali”. Terutama bagi mereka yang tidur larut malam, goncangan alarm disebutkan dapat mengganggu selama tahap tidur yang dalam, yang merupakan periode ketika tubuh kita memperbaiki diri ke tingkat fungsi penuh.

3. Mandi Air Panas Sebelum Tidur

mudah lelah dan sesak nafas

Banyak yang mengira, dengan mandi air panas sebelum tidur akan membuat tubuh jadi lebih nyaman sehingga jadi lebih mudah untuk tidur nyenyak. Padahal, hal ini sebaliknya. Meskipun mandi memang meningkatkan relaksasi otot-otot, jika mandinya menggunakan air panas, yang ada malah kemungkinan kita telah meningkatkan suhu tubuh inti dan akibatnya tidak dapat tidur nyenyak. Solusinya, bisa dengan mandi singkat menggunakan air bersuhu suam-suam kuku setidaknya satu jam sebelum tidur.

4. Lembur Kerja Hingga Tengah Malam

agar tidak mudah lelah dan mengantuk

Kerja lembur hingga tengah malam tak hanya membuat kehidupan dan pekerjaan jadi tak seimbang, namun juga berdampak buruk bagi kualitas tidur. Sebab hal ini merangsang otak ke dalam gelombang alfa yang sangat aktif, intinya kerja lembur hingga larut malam malah memperpanjang waktu yang diperlukan untuk tidur nyenyak. Akibatnya, kita jadi tidak bisa tidur nyenyak dalam waktu lama, atau mungkin malah tidak tidur sama sekali, yang berarti otak belum memiliki kesempatan untuk pulih dari aktivitas di hari sebelumnya. Untuk mengatasinya, direkomendasikan untuk tak lagi mengurusi semua pekerjaan setelah mandi demi kegiatan relaksasi seperti membaca, mengobrol dengan pasangan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

5. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Beralkohol

mudah lelah dan sesak nafas

Jurnal akademik Sleep Disorders mengatakan bahwa beratnya konsumsi alkohol berkorelasi dengan peningkatan kelelahan di siang hari. Mengingat bahan utama dalam alkohol adalah gula, yang merangsang tubuh dalam nada yang mirip dengan kafein, yang mana membuat tubuh jadi terpompa dan siap untuk beraktivitas, kebalikan dari apa yang seharusnya dilakukan sebelum tidur malam yang nyenyak. Jika ingin mengonsumsi minuman beralkohol, misalnya seperti bir, wine, atau cocktail lakukan setidaknya tiga jam sebelum tidur, atau cukup minum soda dengan jeruk nipis dan lemon.

 

Sumber : Okezone.com

Ternyata Masyarakat Indonesia Salah Mengartikan Diet

Ternyata Masyarakat Indonesia Salah Mengartikan Diet

Ingin memiliki tubuh yang langsing dan ideal, tentu menjadi impian bagi banyak orang. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mengatur pola makan dan mengubah gaya hidup, yang selama ini kita kenal dengan istilah diet. Sayangnya, diet seringkali disalahartikan sehingga memicu timbulnya paradigma yang salah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Ahli Nutrisi Indonesia, Jansen Ongko, M.Sc, R.D, mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan beberapa jenis diet yang tengah booming di media sosial.

“Diet itu konotasinya sekarang sudah negatif. Sedikit makan untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet yang baik itu mengonsumsi makanan yang pas dengan porsinya, tidak berlebihan juga tidak dikurang-kurangkan,” tutur Jansen Ongko, di Cikupa, Banten, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

Lebih lanjut, Jansen menjelaskan, diet juga harus diimbangi dengan olahraga yang rutin. Untuk menurunkan berat badan, yang harus diturunkan itu kadar lemaknya. Proses pembakaran lemak sendiri tidak akan berjalan maksimal jika seseorang hanya mengurangi atau menghindari makanan tertentu.

“Kalau mau menurunkan berat badan untuk orang yang obesitas bukan ngurangin makanannya dulu. Tetapi bakar dulu lemaknya. Saya selalu bilang ke klien saya, ‘Kamu bebas makan apa saja tapi harus olahraga’. Artinya, ‘you just need to eat right,” ungkap Jansen.

Hal ini juga berkaitan dengan asupan gizi dibutuhkan oleh tubuh. Menurut Jansen, sumber gizi utama yang harus dipenuhi adalah protein dan cairan.

Secara garis besar, makro nutrisi seperti air dan protein sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka diet yang selama ini dijalani akan sia-sia.

“Ini berlaku juga untuk orang yang olahraga. Kalau enggak mau makan protein akan susah juga, karena untuk regenerasi sel, menaikkan massa otot, mengembalikan stamina itu membutuhkan protein,” tutupnya.

Sumber : Okezone.com

Salah Satu Penanda Kesuburan Pria Bisa Diketahui Dari Ukuran Penis

Salah Satu Penanda Kesuburan Pria Bisa Diketahui Dari Ukuran Penis

Selama ini, ukuran kejantanan pria dianggap tidak sama dengan kesuburan yang dimilikinya. Namun berdasar sebuah penelitian terbaru, diketahui bahwa ukuran penis pria bisa mempengaruhi kesuburan.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian menyebut bahwa seorang pria dengan ukuran penis kecil lebih rentan terkena masalah kesuburan dibanding pria lain. Penelitian itu dilakukan terhadap 800 pria yang mengunjungi klinik kesehatan seksual selama tiga tahun.

Rata-rata, pria yang tak subur memiliki ukuran penis yang lebih pendek dibanding pria yang subur. Pria yang subur rata-rata memiliki panjang penis sekitar 5,27 inci sedangkan pria tak subur memiliki panjang rata-rata penis, 4.92 inci.

“Walaupun perbedaannya tak mencolok, namun secara statistik tetap terdapat perbedaan statistik secara signifikan,” jelas kepala peneliti, dr. Austen Slade dari University of Utah di Salt Lake City.

Akan tetapi, Slade juga menjelaskan bahwa pria yang memiliki penis pendek tak perlu terlalu khawatir tentang kesuburannya mulai sekarang.

“Masih akan diteliti lebih lanjut apakah terpadat perbedaan panjang penis yang dapat memprediksi ketidaksuburan lebih lanjut,” ujarnya.

Penelitian ini bukanlah yang pertama membahas mengenai hubungan antara ukuran penis dengan kesuburan. Sebelumnya, peneliti sudah pernah memeriksa mengenai jarak anogetial atau jarak antara lubang anus dengan kelamin.

Penelitian yang dilakukan pada 2011 tersebut mendapati bahwa pria dengan jarak anogenital lebih pendek dibanding rata-rata yaitu dua inci memiliki peluang tujuh kali lebih besar untuk menderita ketidaksuburan.

Jarak anogenital sendiri tidak semata diukur langsung saja. Terdapat berbagai pertimbangan seperti ukuran tubuh yang juga perlu untuk diperhatikan.

Pada penelitian tahun 2017 diketahui bahwa tingkat kesuburan pria di barat telah menurun hampir separuhnya pada empat dekade terakhir. Walau begitu, para ahli masih belum mengetahui secara pasti penyebab penurunan ini.

Hal lain yang juga harus diingat dari menurunnya kesuburan ini adalah faktor gaya hidup masa kini. Berbagai hal seperti obesitas, peningkatan penggunaan phthalate, dan faktor lain seperti merokok dapat memainkan peran dari peningkatan ketidaksuburan ini.

 

Sumber : Merdeka.com

Wow, Ternyata Wanita Memiliki Stamina Lebih Kuat Dibanding Pria

Wow, Ternyata Wanita Memiliki Stamina Lebih Kuat Dibanding Pria

Pandangan banyak orang bahwa wanita lebih lemah dari pria merupakan hal yang ternyata salah. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa wanita memiliki stamina yang lebih kuat dibanding pria. Hal ini tentu menjelaskan mengapa ibu kita di rumah mampu melakukan pekerjaan rumah tangga setiap hari dari pagi hingga malam dengan kondisi baik-baik saja.

Dilansir dari Independent, penelitian yang dilakukan di University of British Columbia tersebut mengetahui bahwa wanita tidak selelah pria usai melakukan olahraga otot alami. Perbandingan ini dilakukan pada pria dan wanita dengan usia sama dan kemampuan atletik yang sama.

Penelitian ini dilakukan terhadap sembilan pria dan wanita. Mereka diminta untuk menapakkan kaki mereka pada rangkaian sensor secepat mungkin sebanyak 200 kali. Kecepatan, tenaga, serta torsi dari gerakan dan aktivitas elektrik pada otot mereka kemudian dicatat oleh peneliti.

Hasil pencatatan menunjukkan bahwa pria lebih cepat dan bertenaga pada awalnya. Namun untuk selanjutnya, ternyata mereka diketahui lebih cepat lelah dibanding wanita.

Professor Brian Dalton, peneliti dari temuan tersebut mengatakan bahwa hal ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama, namun ketika dilakukan penelitian ulang ternyata hasilnya cukup jelas. Wanita memiliki stamina yang jauh lebih kuat dibanding pria.

“Kita telah mengetahui sebelumnya bahwa wanita tidak selelah pria pada tes otot isometris – olahraga statis yang tidak menggerakkan sendi seperti menahan beban. Namun kami ingin mengetahui apakah hal itu juga terjadi pada gerakan sehari-hari yang lebih dinamis,” jelas Dalton.

“Hasil dari penelitian tersebut ternyata tetap yaitu wanita mengungguli pria dengan jarak yang cukup jauh,” sambungnya.

Peneliti mengukur gerakan kaki karena digunakannya otot betis seperti pada kegiatan sehari-hari misalnya berdiri atau berjalan. Walau hanya satu bagian otot yang diteliti, Dalton menyebut bahwa hasil yang sama juga bakal didapati dari daerah lain.

“Kami sudah mengetahui dari penelitian sebelumnya seperti pada lari jelajah gunung, bahwa pria menyelesaikannya lebih cepat namun wanita tidak selelah pria pada lomba tersebut,” jelas Dalton.

“Jika terdapat perlombaan marathon jarak super jauh, maka wanita dipastikan bakal bisa memenanginya,” tandasnya.

Sumber : Merdeka.com

Sebaiknya Tidak Pisahkan Kuning Telur dari Putih

Sebaiknya Tidak Pisahkan Kuning Telur dari Putih

Telur menjadi menu andalan untuk sarapan. Selain di rumah, sarapan telur juga disediakan restoran cepat saji, kafe organik, sampai hotel. Menjadi menu yang mungkin paling sering dikonsumsi manusia, telur juga mengundang sejumlah pertanyaan.

Mungkin beberapa pertanyaan terkait telur sempat menghantui Anda. Misalnya apakah telur dapat meningkatkan kolesterol atau sekadar pertanyaan mana yang lebih baik antara putih telur dan kuning telur. Untuk menjawab semua pertanyaan itu, kantor berita Time menerbitkan berbagai analisis dari beberapa ahli gizi pada Rabu (5/12/2018).

Apakah telur sehat?

Pakar gizi setuju bahwa telur adalah makanan sehat karena kaya protein dan vitamin. “Telur sangat sehat, dengan 13 vitamin dan mineral penting di dalamnya,” kata ahli diet Brigitte Zeitlin.

“Ditambah lagi, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang baik dan berguna untuk membangun serta mempertahankan otot yang kuat dan sehat,” imbuh dia.

Menurut data nutrisi USDA, satu telur mengandung sekitar 6 gram protein dan 72 kalori. Ahli diet lain Ryan Maciel menambahkan, telur memiliki berbagai macam nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh.

Mulai dari biotin yang membantu mengubah makanan menjadi energi, kolin (mikronutrien penting yang terlibat dalam metabolisme), vitamin A yang penting untuk sistem kekebalan tubuh, serta lutein dan zeaxanthin (antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas.

“Telur merupakan satu-satunya makanan yang secara alami mengandung vitamin D, (senyawa organik) yang membantu menjaga tulang tetap kuat,” kata Zeitlin. Untuk mendapatkan semua manfaat telur, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi semua telur sekaligus, tanpa memisahkan kuning telur dari putihnya.

Tentang kuning telur

Kuning telur kerap dianggap sebagai sesuatu yang buruk karena tinggi kolesterol. Satu butir telur mengandung 186 miligram kolesterol, sementara nilai harian yang direkomendasikan untuk kolesterol adalah kurang dari 300 miligram.

“Dulu telur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena kandungan kolesterolnya yang tinggi,” kata Maciel.

“Namun studi terkini menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam telur tidak secara signifikan memengaruhi kadar kolesterol dalam darah kita,” sambungnya. Selain kolesterol, kuning telur juga mengandung banyak nutrisi, seperti jumlah zat besi, folat, vitamin, lutein dan zeaxanthin yang tinggi.

“Meski kuning telur mengandung lebih sedikit protein dibanding putih telur, ia menyediakan beberapa nutrisi sehat, misalnya vitamin yang larut dalam lemak, asam lemak esensial, dan antioksidan,” papar Maciel.

Kandungan putih telur

Putih telur yang digunakan sebagai bahan dalam membuat omelet putih telur, kue kering, dan wafel pernah dianggap sehat.

Namun nutrisi putih telur sebenarnya hanya memiliki beberapa protein dan vitamin B saja. Artinya, saat kita hanya menggunakan putih telur untuk memasak kita sebenarnya hanya mengambil sedikit nutrisi dan vitamin. Sebab itu, para pakar menyarankan lebih baik untuk mengonsumsi seluruh bagian telur.

“Saat Anda memasak omelet hanya memakai putih telurnya, Anda akan kehilangan hampir separuh dari jumlah protein. Anda kehilangan vitamin dan mineral seperti vitamin D, E, A, kolin, dan antioksidan,” jelas Zeitlin.

Telur justru bisa menyehatkan jantung

Menurut pedoman Diet 2015, kolesterol tidak lagi menjadi nutrisi yang diperhatikan dapat meningkatkan kolesterol dalam darah seseorang. “Faktor risiko yang lebih mungkin berkaitan dengan penyakit jantung adalah faktor genetika, kurang olahraga, gaya hidup yang buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol,” kata Zeitlin.

Selain itu, studi terbaru menemukan bahwa orang yang makan satu telur setiap hari justru mengalami risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah. Ini mungkin karena telur mengandung kadar kolesterol HDL baik yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah. Penelitian lain yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga menemukan bahwa makan satu butir telur setiap hari tidak akan menimbulkan masalah terkait penyakit jantung dan kolesterol.

Sumber : Kompas.com

 

Musim Hujan, 5 Makanan Ini Perlu Kamu Konsumsi Agar Tak Mudah Terserang Flu

Musim Hujan, 5 Makanan Ini Perlu Kamu Konsumsi Agar Tak Mudah Terserang Flu

Musinm Hujan seperti biasanya tubuh kita dengan mudah terserang penyakit, terutama flu. Apalagi jika daya tahan tubuh menurun, maka Anda akan dengan mudah terkena flu dengan gejala umumnya hidung tersumbat, batuk, pusing, tenggorokan terasa sakit, dan demam.

Karenanya sangat penting menjaga kesehatan tubuh di saat musim hujan. Apalagi Anda masih memiliki banyak pekerjaan di akhir tahun seperti ini. Sebaiknya, konsumsi beberapa makanan berikut ini menurut praktisi gaya hidup sehat Dr. Helen Lee dari Beliefnet:

 Jahe

jahe
Jahe

Jahe memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat menghangatkan tubuh, membantu tubuh berkeringat, menurunkan demam, menghilangkan racun, dan dapat merangsang pelepasan lendir.

Jahe juga dapat meningkatkan metabolisme dan efek hangatnya bisa mengatasi mual, memperbaiki gangguan pencernaan, dan paru-paru. Jahe bisa Anda tambahkan dengan makanan atau teh yang hangat untuk tenggorokan.

Bawang putih

bawang putih
Bawang putih

Bawang putih memiliki allicin sebagai bahan aktif yang mengandung sifat antivirus dan antibakteri. Bawang putih berguna untuk membersihkan liver (organ yang bertugas membersihkan darah) karena darah melewati liver setiap tiga menit, untuk merangsang sel darah putih dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda dapat mengolah bawang putih di bumbu masakan.

Madu murni

Madu murni merupakan antibiotik dan antiseptik alami, kaya juga dengan beberapa jenis vitamin, seperti B kompleks, C, D, E, mineral enzim, dan propolis. Propolis berguna untuk meningkatkan sistem imun, melumpuhkan virus dan melawan infeksi dari bakteri. Menurut penelitian kesehatan bahwa madu murni lebih efektif meredakan batuk, meminumnya satu sendok teh setiap empat kali sehari.

Cabai rawit

cabe rawit
Cabe rawit

Cabai rawit memiliki kandungan kaya akan vitamin C yang membuat menjadi pilihan alami saat pilek, serta vitamin A, B, kalsium, dan kalium. Rasa pedas cabai rawit dapat meningkatkan sirkulasi dalam tubuh dan memungkin Anda sembuh lebih cepat dari flu. Cabai rawit dapat dikombinasikan dengan makanan atau bisa ditambahkan sebagai bumbu dalam masakan sehari-hari.

Makanan fermentasi

Makanan fermentasi dapat meningkatkan bakteri baik seperti acidophilus dan bifidus yang dapat ditemukan dalam yogurt.

Sayuran hijau gelap 

Sayuran hijau gelap, seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau mengandung vitamin B12, A,C, K, dan asam folat, potassium yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Lemon

Lemon dapat menjaga kadar asam dan alkalin dalam tubuh agar tetap seimbang. Selain itu, minum air hangat yang dicampur dengan perasan setengah lemon dapat mengatasi masalah sembelit dan meningkatkan pH alkalin yang berfungsi sebagai penyembuh bagi tubuh.

(hel)

Sumber : Okezone.com

 

Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Mulut

Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut walaupung sepele bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang.

Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa gangguan kondisi kesehatan.

Embuskan napas ke kedua telapak tangan, lalu cium aromanya. Jika bau, tenang, Anda tidak sendirian. Data Academy of General Dentistry menyebut lebih dari 80 juta orang mengalami bau mulut kronis.

Melansir CNN, ada delapan hal umum yang menyebabkan bau mulut. Berikut penyebab sekaligus trik-trik untuk mengatasinya.

1. Gosok gigi tak tuntas
Rendahnya kebersihan gigi menyebabkan bau mulut. Sisa makanan terjebak di sel gigi dan gusi sehingga membuat bakteri ‘berpesta’. Akibatnya, mereka menghasilkan gas yang bau seperti telur busuk.

Atasi bau tersebut dengan gosok gigi teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan rutin membersihkan gigi dengan benang (flossing). Selain gigi, lidah dan pipi bagian dalam juga perlu digosok. Studi menunjukkan bahwa menggosok kedua bagian ini juga mampu mengurangi jumlah bakteri.

2. Konsumsi minuman atau makanan berbau tajam
Ada sederet makanan atau minuman yang menimbulkan bau mulut seperti kopi, bawang putih, ikan, telur, bawang bombay, dan makanan pedas. Deret makanan ini berkontribusi pada bau mulut sebab mereka bersifat melepas sulfur.

Permen mint disebut bisa menutupi bau tak sedap ini. Tapi, yang patut diingat, bau dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh dapat melekat dalam sistem pencernaan atau peredarah darah. Gosok gigi pun dinilai bukan solusi tepat.

Sebut saja kandungan allyl methyl sulfide pada kopi, bawang putih, dan bawang bombay yang mampu tinggal dalam aliran darah dan terlepas lewat napas hingga 72 jam setelah dikonsumsi.

Untuk memeranginya, Anda bisa mengonsumsi makanan lain seperti lemon, parsley, dan sayuran serta buah seperti apel dan wortel. Makanan-makanan ini akan mendorong produksi air liur yang sekaligus bersifat membilas mulut. Imbangi juga dengan asupan air putih.

3. Asupan serba manis
Makanan serba manis memang bisa jadi ‘moodbooster‘ saat Anda menghadapi hari-hari berat. Namun, jenis makanan ini pula yang membuat bakteri mulut bersemangat, apalagi jenis makanan manis yang lengket seperti permen dan karamel.

Makanan manis jadi santapan empuk bakteri. Jika sudah begitu, bau mulut akan timbul dari gas yang dihasilkan bakteri.

Jika rasa untuk mencecap rasa manis tak tertahankan, para ahli menyarankan konsumsi cokelat polos yang rendah kandungan gula dan cepat meleleh di mulut.

4. Diet rendah karbohidrat
Diet ketogenik mengharuskan Anda berperang mengurangi asupan karbohidrat dan menambah konsumsi protein. Tubuh akan berada dalam kondisi ketosis, saat sistem mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi.

Proses ini menciptakan produk yang disebut keton. Jika tubuh banyak memproduksi keton, tak ada pilihan lain bagi tubuh selain mengeluarkan keton lewat urine dan napas yang bau.

Anda dapat mengatasinya dengan minum lebih banyak air putih untuk ‘membilas’ keton dalam tubuh.

5. Mengorok
Saat malam, produksi air liur berkurang drastis. Tak heran jika napas jadi bau ketika bangun tidur. Kondisi ini akan semakin parah jika seseorang punya kebiasaan mengorok atau bernapas lewat mulut yang dikenal dengan istilah xerostomia.

Xerostomia atau kondisi mulut kering berpotensi menimbulkan radang tenggorokan, suara serak, sulit bicara dan menelan, bahkan perubahan pada indera pengecap.

Solusinya, atasi kebiasaan mengorok dan perbanyak konsumsi air putih. Selain itu, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi secara teratur.

6. Menjalani pengobatan tertentu
Salah satu penyebab bau mulut paling umum adalah pengobatan untuk penyakit tertentu. Obat-obatan dapat membuat mulut kering dan berkontribusi pada bau mulut. Obat untuk penyakit seperti depresi, tekanan darah tinggi, dan otot tegang kerap membuat produksi air liur menurun.

Biasakan untuk terlebih dahulu mengecek efek samping obat yang dikonsumsi. Jika obat bisa membuat mulut kering, maka minta lah saran dari dokter untuk mencarikan alternatif obat lain.

7. Konsumsi tembakau
Kebiasaan merokok membuat asap rokok menempel pada baju, barang bawaan, bahkan napas. Asap panas rokok dapat menurunkan kemampuan penciuman dan pengecapan. Asap panas ini pula yang membuat mulut kering.

Hilangnya air liur dikombinasikan dengan aroma tembakau menciptakan napas bau khas perokok.

8. Alkohol
Selain penyebab bau mulut, alkohol juga mampu membuat mulut kering. Bir, winecocktail adalah jenis-jenis minuman yang mengandung alkohol. Lawan dengan konsumsi permen bebas gula atau permen karet tanpa gula untuk menstimulasi produksi air liur.

Selain itu, perbanyak pula konsumsi air putih dan tak lupa menggosok gigi setelah mengonsumsi alkohol. (els/asr)

Sumber : CNN Indonesia

6 Dampak Kesehatan Sering Mengkonsumsi Makanan Berkadar Gula

6 Dampak Kesehatan Sering Mengkonsumsi Makanan Berkadar Gula

Upaya menjaga gula darah dan membatasi asupan makanan bergula tak cuma harus diterapkan untuk penderita diabetes, tapi juga semua orang.

“Gula pada minuman diserap tubuh dengan sangat cepat, yang mana efeknya peningkatan kadar gula darah yang drastis dan insulin,” kata Vasanti Malik, peneliti di Harvard T.H. Chan School of Public Health dikutip dari Reader’s Digest. 

Kadar gula darah yang tinggi tak cuma berdampak pada diabetes. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan beragam gangguan kesehatan lainnya pada tubuh.

Hal itu terjadi karena darah ada di seluruh tubuh. Saat gula darah meningkat, seluruh bagian tubuh akan terganggu.

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Tingginya kadar gula darah berkaitan dengan timbulnya beragam penyakit termasuk penyakit jantung. Gula berlebihan menyebabkan obesitas, inflamasi dan tekanan darah tinggi. Semua yang ditimbulkan dari tingginya asupan gula memunculkan faktor risiko penyakit jantung.

Dikutip dari Healthline, studi pada 30ribu orang menemukan mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38 persen lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dibanding dengan mereka yang mengonsumsi hanya 8 persen gula tambahan.

Sebagai contoh, dari 473 mililiter soda mengandung 52 gram gula atau setara dengan 10 persen kebutuhan kalori tubuh berdasarkan diet dua ribu kalori. Artinya, hanya satu minuman bergula mampu melebihi kebutuhan kalori dari gula tambahan.

2. Penuaan dini

Gula dikenal sebagai penyebab inflamasi. Inflamasi tak lagi jadi urusan sepele karena berisiko menyebabkan kulit cepat tua.

Gula dapat melekat pada protein pada aliran darah dan menciptakan molekul berbahaya yang disebut ‘advanced glycation end products (AGEs). Molekul ini merusak kolagen dan elastin pada kulit sehingga kulit jadi kusam dan timbul kerutan.

3. Mengacaukan sinyal otak

Meski belum terbukti menimbulkan adiksi, gula berlebih memiliki efek negatif pada otak.
Ed Saltzman, peneliti di Energy Metabolism Laboratory, Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging,  Tufts University mengatakan makanan atau minuman dengan rasa manis menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa serupa. Efek ini terjadi pada salah satu bagian otak yang disebut sistem limbik.

“Dengan kata lain kita melatih otak untuk menyukai dan menginginkan makanan dengan rasa manis ini dan ini meningkatkan konsumsi atas makanan,” ujar Saltzman dikutip dari Reader’s Digest.

4. Merusak gigi

Konsumsi gula dapat merusak gigi. Bakteri pada gigi akan mengubah gula menjadi asam. Jika dibiarkan, asam akan merusak enamel gigi sehingga bakteri dapat masuk pada lapisan dalam gigi atau dentin.

“Semakin banyak gula yang dimakan, semakin asam mulut dan lebih cepat pembusukan terjadi,” kata Sanda Moldovan, dokter spesialis gigi dan mulut.

Tak cuma itu, gula memberi makan pertumbuhan jamur yang membuat sudut mulut atau lidah menjadi memerah. Ini membuat mulut menjadi lebih sensitif terhadap rasa pedas.

5. Tingkatkan depresi

Minuman atau makanan manis tampaknya tidak menjadi obat buat depresi. Psikolog Deborah Serani mengatakan tingginya konsumsi gula dalam bentuk karbohidrat menaikkan kadar gula dalam darah. Kadar gula darah tinggi artinya mood semakin memburuk, cepat marah, tidur tak teratur dna meningkatkan inflamasi.

6. Impotensi

Gula rupanya berkaitan dengan aktivitas seksual. Mungkin para pria harus melewatkan minuman manis atau kudapan manis saat kencan.

Saat kadar gula dalam aliran darah tinggi, maka pria berisiko alami impotensi. Gula mempengaruhi sistem peredaran darah yang mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh. Padahal sirkulasi darah harus bekerja ekstra untuk ereksi.

7. Penurunan Kognitif

Studi yang dirilis tahun ini dalam jurnal Diabetologia mencatat hubungan antara tingginya kadar gula darah dengan penurunan fungsi kognitif.

Studi itu menganalisis lebih dari 5 ribu orang selama 10 tahun. Hasilnya, orang dengan kadar gula darah tinggi memiliki penurunan kognitif paling cepat.

8. Penyakit ginjal

Gula darah yang tinggi bisa merusak fungsi ginjal sehingga menyebabkan penyakit ginjal. Gula darah yang tinggi menyebabkan ginjal bekerja lebih keras dalam menyeimbangkan cairan dan membuang racun dalam tubuh. (els/chs)

Sumber : CNN Indonesia

Kenapa Jerawat Muncul di Tempat yang Sama Melulu, ini Jawabannya

Kenapa Jerawat Muncul di Tempat yang Sama Melulu, ini Jawabannya

Kamu pasti pernah mengalami ini, kan? Di saat baru saja kamu berhasil mengenyahkan jerawat yang mengganggu di salah satu titik pada area wajah, tiba-tiba saja sejentik jerawat muncul lagi di tempat yang sama. Duh, bikin bete gak sih?

Meski jadi suka sebal sendiri, tenang saja karena kamu gak sendiri. Kenyataannya, kondisi ini juga banyak dialami oleh orang lain, kok. Yang lebih penting, kamu pun bisa mencegah situasi ini dari kembali terulang.

  1. Sesuaikan dengan faktor utama penyebabnya

Perlu diketahui, ada banyak faktor penyebab jerawat muncul di tempat yang sama. Untuk itu, sebelum buru-buru memutuskan langkah pencegahan apa yang perlu dilakukan, pastikan kamu tahu lebih dahulu apa penyebabnya pada kasusmu sendiri, ya.

  1. Lokasinya memang jadi tempat ‘favorit’ produksi minyak

Jerawat merupakan hasil dari inflamasi yang terjadi pada kelenjar minyak yang berada di lapisan bawah kulit. Beberapa bagian tubuh dan wajah pun, seperti T Zone, juga secara naturalmemproduksi minyak lebih banyak dibandingkan bagian lainnya. Karena itu, ketika pada area ini produksi minyak meningkat dan kondisi kulit tidak bersih, kamu akan menemukan jerawat di situ-situ lagi.

  1. Memencet jerawat dengan paksa

Karena terlalu gemas dan gak sabar, kamu pun memutuskan untuk memencet saja jerawat yang nyolot. Ketika bakteri masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, sel darah putih akan muncul sebagai proteksi. Saat kamu memaksanya keluar (baca: memencet) apalagi sampai berdarah, hal itu bukan berarti seluruh bakteri juga akan ikut terangkat keluar. Sebaliknya, risiko akan terjadi infalamasi malah lebih besar.

  1. Terus menerus menyentuh jerawat

Jangan terkelabui dengan apa yang terlihat melalui mata telanjangmu. Jemari yang bersih dari noda sekalipun gak berarti bersih dari bakteri juga. Meski dalam keadaan normal saja, kamu sudah harus berhati-hati untuk gak sering-sering menyentuh wajah dengan tangan, apalagi saat kondisi wajah tengah berjerawat. Terlebih lagi, selain mentransfer bakteri, sentuhan juga menstimulasi aliran darah ke area tersebut, lho.

  1. Boleh jadi, jenis jerawatnya adalah cystic acne

Jenis jerawat yang satu ini memang luar biasa menjengkelkan. Jerawat seperti ini memang gak akan muncul ke permukaan dan bisa diselesaikan dengan tuntas. Untuk mengenyahkannya dari kulit, kamu membutuhkan bantuan dari tenaga ahli dan profesional. Konsultasikan pada dermatolog kepercayaanmu dan jangan memaksa untuk menghilangkannya sendiri.

  1. Dipengaruhi tamu bulanan

Kenyataannya, sangat banyak wanita yang mempunyai jerawat di sepertiga bagian bawah wajah mereka (mulai dari hidung ke bawah). Kalau kamu juga mengalami hal serupa, enggak perlu khawatir. Meski penyebab pastinya belum diketahui, tetapi dr. Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital New York menjelaskan bahwa kelenjar minyak pada area tersebut memang lebih sensitif terhadap hormon. Di samping itu, beberapa wanita juga lebih mudah mendapat jerawat di area dahi atau leher di periode tersebut.

  1. Merawat jerawat dengan tepat

Untuk menghindari kembali terulangnya jerawat muncul di tempat yang sama, pastikan kamu merawatnya dengan tepat. Selalu bersihkan wajah (idealnya dua kali sehari) dan jauhkan dari polusi dan bakteri, termasuk dari tangan dan kebiasaanmu sendiri. Selain itu, dibandingkan harus menghilangkan sendiri jerawat yang mengganggu, gunakan sabun dan krim khusus untuk mengurangi peradangan dan mengatasi bakterinya.

Gak susah, kan? Dengan cara-cara sederhana seperti rajin membersihkan wajah, diet yang tepat, dan menggunakan produk yang sesuai, mendapatkan wajah yang bersih pun bukan sekadar mimpi, kok!

 

Rajin Minum Jus Jeruk Mengurangi Lupa Pada Kaum Pria

Rajin Minum Jus Jeruk Mengurangi Lupa Pada Kaum Pria

Lupa memang kendala yang sering dihadapi setiap orang. Ketika ingin mengelakukan sesuatu lalu Anda lupa pasti Anda akan merasa kesal dan akan terus berusaha untuk mengingatnya.
Jeruk memang banyak manfaatnya, dari buah sampai kulitnya memiliki manfaat yang berharga. Jeruk juga bisa dikonsumsi dengan berbagai jenis olahan, bisa dimakan langsung atau dibuat menjadi jus. Namun, apakah Anda tahu manfaat yang dapat diberikan jus jeruk?

Seperti yang dilansir Deccan Chronicle, Orang-orang yang minum jus jeruk setiap hari memiliki kemungkinan 47 persen lebih kecil untuk mengembangkan keterampilan berpikir yang buruk dibandingkan dengan pria yang minum kurang dari satu porsi per bulan.

Hubungan ini terutama diamati untuk konsumsi biasa jus jeruk di antara lelaki tertua, kata para peneliti. Sebanyak 6,9 persen pria yang minum jus jeruk setiap hari mengembangkan fungsi kognitif yang buruk, dibandingkan dengan 8,4 persen pria yang minum jus jeruk kurang dari sekali sebulan.

Makan sayuran hijau, sayuran oranye gelap atau merah dan buah berry, dan minum jus jeruk dapat menurunkan risiko lupa dari waktu ke waktu, terutama pada pria. Sebuah penelitian telah ditemukan yang dipublikasikan di jurnal Neurology, mengamati 27.842 pria dengan usia rata-rata 51 yang semuanya adalah para profesional kesehatan.

Peserta mengisi kuesioner tentang berapa porsi buah, sayuran, dan makanan lain yang mereka miliki setiap hari di awal penelitian dan kemudian setiap empat tahun selama 20 tahun. Satu porsi buah dianggap satu mangkok buah atau setengah mangkok jus buah sedangkan satu porsi sayuran dianggap sebagai satu cangkir sayuran mentah atau dua cangkir sayuran hijau.

“Salah satu faktor terpenting dalam penelitian ini adalah kami mampu meneliti dan melacak sekelompok besar pria selama 20 tahun, memungkinkan hasil yang sangat jelas,” ucap Changzheng Yuan, dari Harvard TH Chan School. Kesehatan Masyarakat di AS.

Peserta juga mengambil tes subjektif dari kemampuan berpikir dan ingatan mereka setidaknya empat tahun sebelum akhir penelitian, ketika mereka berusia rata-rata 73 tahun. Tes ini dirancang untuk mendeteksi perubahan yang orang dapat perhatikan dalam seberapa baiknya dalam mengingat. Perubahan itu akan terdeteksi oleh tes kognitif obyektif.

“Studi kami memberikan bukti lebih lanjut tentang pilihan diet dapat menjadi penting untuk menjaga kesehatan otak Anda,” ujar Yuan.
Perubahan memori yang dilaporkan oleh peserta akan dianggap sebagai prekursor untuk kerusakan kognitif ringan. Sebanyak 55 persen peserta memiliki kemampuan berfikir dan ingatan yang baik, 38 persen memiliki keterampilan sedang, dan tujuh persen memiliki kemampuan berpikir dan ingatan yang buruk.

Para peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan konsumsi buah dan sayuran mereka. Untuk sayuran, kelompok tertinggi memakan sekitar enam porsi per hari, dibanding dengan sekitar dua porsi untuk kelompok rendah. Untuk buah-buahan, kelompok atas makan sekitar tiga porsi per hari, dibanding dengan setengah porsi untuk kelompok bawah.

Orang-orang yang mengonsumsi paling banyak sayuran 34 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan keterampilan berpikir yang buruk dibanding dengan pria yang mengonsumsi paling sedikit sayuran. Sebanyak 6,6 persen pria di kelompok teratas mengembangkan fungsi kognitif yang buruk, dibanding dengan 7,9 persen pria di kelompok bawah.