Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat dari Perkiraan

Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat dari Perkiraan

Saat ini fenomena Kutub medan magnet Bumi tampaknya bergeser dengan kecepatan yang tidak normal.

Sekadar diketahui, di abad 18 dan 19, medan magnet utara (melalui jarum jam kompas), diyakini bergerak ke arah timur, melintasi Kanada bagian utara.

Kemudian, medan magnet berbelok ke utara pada awal abad ke-20. Lalu, di awal abad ke-21, pergerakannya kian cepat, mulai dari 9 kilometer per tahun di akhir abad ke-20.

Kini, dalam laporan Reuters, Rabu (16/1/2019), pada akhir abad ke-20 ini, kecepatan pergerakan kutub magnet utara mencapai 55 kilometer per tahun ke arah Rusia.

“Antara tahun 1900 dan 1980, medan magnet kutub utara ini tak banyak bergerak, namun perubahannya sangat cepat dalam 40 tahun terakhir,” ujar ilmuwan dari British Geological Survey Ciaran Beggan.

Lalu, kata Beggan, kutub magnet utara letaknya justru berada di dekat Siberia.

“Bergerak sekitar 50 kilometer (30 mil) dalam setahun,” katanya.

Beggan mengatakan, pergerakan kutub menimbulkan kebingungan dan ketakutan akan konsekuensi yang mungkin dibawanya.

Beggan menyebut, salah satu konsekuensi adalah adalah pengaruhnya terhadap navigasi, terutama di Samudera Arktik utara Kanada.

NATO dan militer AS dan Inggris merupakan sejumlah pihak yang menggunakan model magnetik

Karena itulah, pergeseran pada kutub magnet utara Bumi yang sifatnya cepat ini memaksa para ilmuwan membuat model magnetik dunia terbaru yang dipakai untuk membantu proses navigasi kapal, pesawat, dan kapal selam di sekitar kutub utara.

Penyebab Pergeseran Begitu Cepat

Seorang surfer melihat Cahaya Utara atau aurora borealis di Utakleiv, Norwegia utara (9/3). Cahaya kutub terbentuk dari interaksi medan magnet Bumi dengan lapisan terluar Matahari atau Korona. (AFP/Olivier Morin)

Pergeseran kutub magnet utara ini dipengaruhi oleh hal tak terduga dalam zat besi yang terkandung di dalam Bumi.

Pembaruan ini akan dirilis pada 30 Januari, demikian menurut jurnal Nature. Namun, pembaruan ditunda (seharusnya 15 Januari) karena government shutdown pemerintah AS.

“Fakta bahwa kutub berjalan cepat membuat wilayah ini lebih rentan terhadap adanya kesalahan besar,” kata geomagnetis University of Colorado Boulder dan NOAA Arnaud Chulliat.

Diluar Dugaan 

Beggan mengatakan, pergeseran kutub magnetik utara ini kemungkinan di luar dugaan oleh orang-orang yang tinggal di luar Arktik. Misalnya pengguna smartphone di New York, Beijing, atau London.

Sejauh ini, sistem navigasi mobil atau smartphone bergantung pada gelombang radio dari satelit yang ada di atas Bumi untuk menandai posisi mereka di tanah.

“(Pergeseran kutub magnetik utara) ini tidak begitu berpengaruh bagi ketinggian tinggi atau rendah, juga tidak memengaruhi siapapun yang menyetir mobil,” tutur Beggan.

Beggan menyebut, banyak smartphone memiliki kompas bawaan untuk membantu mengarahkan peta atau gim seperti Pokemon Go.

Dan para pengguna smartphone tak akan menyadari pergeseran kutub ini, pasalnya di banyak tempat, kompas memang hanya akan menunjuk sebagian kecil.

 

Sumber : Liputan6.com

Unik Pernikahan Pakai Mas Kawin Sandal Jepit Swallow

Unik Pernikahan Pakai Mas Kawin Sandal Jepit Swallow

Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh semua insan.

Pernikahan adalah suatu ibadah yang sakral untuk mempersatukan dua insan yang saling mencintai.

Setiap prosesi akad nikah mahar atau mas kawin menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi. Jika lazimnya mas kawin berupa seperangkat alat salat atau perhiasan maupun uang tunai, lain halnya yang digunakan sepasang pengantin di Kebumen, Jawa Tengah ini.

Ya, kedua mempelai yakni Budi Risdiyanto dan Julia Warasita memilih sepasang sandal jepit merk swallow untuk dijadikan mas kawin saat mengucap ijab kabul di depan penghulu.

Pernikahan dengan mas kawin sandal jepit ini lantas viral di media sosial setelah pemilik akun Nabilla Safira Yuriztya membagikannya di grup Facebook Berita Kebumen pada Minggu 30 Desember 2018 malam.

Disebutkan bahwa pernikahan itu berlangsung pada Sabtu 29 Desember 2018 pukul 07.30 WIB di rumah kediaman mempelai wanita di Desa Sumberadi, Kecamatan Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah.

Pemilik akun Yuni Rusmini kemudian membagikan video detik-detik saat Budi mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu. Mengenakan stelan jas dan peci hitam dengan mantap Budi mengucapkan ijab dengan lancar dan diikuti teriakan “sah” dari tamu yang hadir.

“Saya terima nikahnya Julia Warasita dengan mas kawin sepasang sandal dibayar tunai,” ucap Budi.

Sejak pertama kali dibagikan, video ini sudah ditonton lebih dari 6.000 kali dan dibanjiri komentar netizen yang kebanyakan memuji kesederhanaan sepasang pengantin ini. Pasca-prosesi akad nikah, kedua mempelai kemudian memamerkan mahar sandal jepit merk swallow tersebut kepada para tamu yang hadir.

Pada foto yang diunggah terlihat sandal jepit itu berwarna kuning beralas putih dengan dibingkai dalam pigura kaca bingkai warna emas. Dalam pigura berlatar hitam itu tertulis pula nama mereka yakni “Budi Julia”.

 

Sumber : Okezone.com

21 Wilayah Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dari 1-6 Januari 2019, Waspadalah !

21 Wilayah Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dari 1-6 Januari 2019, Waspadalah !

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ada 21 daerah di Indonesia berpotensi dilanda angin kencang, gelombang tinggi dan hujan lebat pada 1 hingga 6 Januari 2019. Masyarakat diminta tetap waspada.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo mengatakan berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, Senin (31/12/2018), teridentifikasi adanya peningkatan tekanan udara di dataran Asia.

“Selain itu terpantau juga bibit siklon di sebelah utara Indonesia yakni 97W tepatnya di Laut China Selatan,” kata Mulyono.

BMKG juga mengidentifikasi adanya bibit siklon tropis 95P di Teluk Carpentaria Australia, sebelah selatan Papua dan 96S di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa.

Dari ketiga bibit siklon yang ada di sekitar Indonesia, bibit siklon 95P yang berada di Teluk Carpentaria yang memiliki kecepatan angin maksimum 25 knots di pusatnya dan bibit siklon 97W yang berada di Laut China Selatan dengan kecepatan angin maksimum 20 knots di pusatnya, keduanya berpotensi tinggi menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam kedepan.

“Kondisi ini menyebabkan pergerakan massa udara dari Asia yang bergerak menuju Indonesia mengalami penguatan, sehingga berdampak pula pada potensi peningkatan kecepatan angin, ketinggian gelombang laut, dan potensi hujan lebat di beberapa wilayah di Indonesia.”

Wilayah yang diprakirakan terdampak angin kencang antara lain:

  1. Riau
  2. Kepulauan Riau
  3. Jambi
  4. Sumatera Selatan
  5. Bangka Belitung
  6. Lampung
  7. Banten
  8. DKI Jakarta
  9. Jawa Barat
  10. Jawa Tengah
  11. DI Yogyakarta
  12. Jawa Timur bagian utara
  13. Kalimantan Barat
  14. Kalimantan Tengah
  15. Kalimantan Selatan
  16. Kalimantan Timur
  17. Sulawesi Selatan
  18. Sulawesi Tenggara
  19. Sulawesi Utara
  20. Maluku Utara
  21. Maluku

 

Sumber : Okezone.com

Foto-foto Situasi Terkini Gunung Anak Krakatau

Foto-foto Situasi Terkini Gunung Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau ditengarai menjadi salah satu pemicu gelombang Tsunami yang menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12).

Apalagi, Anak Gunung Krakatau sempat mengeluarkan lahar sebelum tsunami datang.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menilai hal tersebut masih berbentuk dugaan.

Namun, ia tak menampik bahwa aktivitas Anak Krakatau meningkat sejak 29 Juni 2018.

Pun, ia menyebut Anak Krakatau masih akan beraktivitas hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Dari pantauan udara masih terlihat jelas semburan material vulkanik Anak Gunung Krakatau masih terus keluar.

Berikut adalah foto dari udara yang berhasil di abadikan:

tsunami banten
Gambar dari udara kondisi Anak Gunung Krakatau. (Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan)
tsunami banten
Gambar dari udara kondisi Anak Gunung Krakatau. (Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan)
tsunami lampung
Gambar dari udara kondisi Anak Gunung Krakatau. (Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan)
tsunami banten
Gambar dari udara kondisi Anak Gunung Krakatau. (Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan)
tsunami sunda
Gambar dari udara kondisi Anak Gunung Krakatau. (Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan)

 

sumber : kumparan.com

TNI ke Organisasi Papua Merdeka : “Jangan cengeng, baru dapat isu bom, langsung minta bantuan”

TNI ke Organisasi Papua Merdeka : “Jangan cengeng, baru dapat isu bom, langsung minta bantuan”

Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah menggunakan bom dalam memburu kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, mengatakan pihaknya hanya memakai granat tangan dan pelontar. Dia “berpesan kepada TPNPB-OPM agar tak ciut” menghadapi serangan aparat.

“Granat tangan dan pelontar dimiliki seluruh pasukan infanteri. Tapi yang gembor-gembor melawan TNI siapa? Artinya kalau gitu, harusnya dia (TPNPB-OPM) siap melawan seluruh kekuatan TNI,” ujar Muhammad Aidi kepada BBC News Indonesia, Jumat (14/12).

“Jadi (TPNPB-OPM) jangan cengeng. Baru dapat isu bom, langsung berkoar-koar minta bantuan. Seolah-olah mereka yang teraniaya,” sambungnya.

Meski menggunakan granat, tapi Aidi mengklaim pihaknya belum memberlakukan operasi tempur melawan TPNPB-OPM.

Aparat, kata dia, masih melakukan proses evakuasi terhadap dua pekerja PT Istaka Karya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Dia mengatakan, setiap kali mencoba mengevakuasi, aparat selalu diserang. Dalam catatannya, empat anggota TNI terkena tembakan, satu di antaranya meninggal.

Selain itu, satu personel Brimob juga mengalami hal serupa.

Pasca insiden pembunuhan pekerja PT Istaka Karya, aparat mendirikan tiga pos gabungan TNI-Polri di Distrik Yigi hingga Mbua. Setiap pos, berisi 30-an personel dari masing-masing kesatuan.

“Pos itu sementara dalam rangka evakuasi dan penindakan hukum.”

Sebelumnya, kelompok TPNPB-OPM menyebut pasukan keamanan Indonesia “menjatuhkan bom menggunakan helikopter di perkampungan warga” Kabupaten Nduga.

Disebutkan, “enam orang meninggal terkena tembakan dan masyarakat yang berada di Distrik Mbua, Yigi, dan Dhal, mengungsi ke hutan”.

“TNI-Polri harus menghentikan operasi militer di Nduga, karena operasi itu mengorbankan masyarakat sipil di wilayah yang dikuasai militer Indonesia,” ujar Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam laporannya kepada media yang disertai sejumlah foto korban tembakan granat aparat, Jumat (14/12).

Jemaat Gereja Kemah Injil terkena tembakan aparat

Pendeta Gereja Kemah Injil, Deserius Adii, menyebut seorang jemaatnya bernama Julianus Tabuni, “meninggal terkena tembakan ketika aparat keamanan” yang mencari kelompok TPN-OPM di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Berdasarkan informasi dari jemaatnya di Distrik Mbua, “penembakan terjadi ketika jemaatnya sedang menggelar ibadah di halaman gereja”.

“Dari laporan yang saya terima kemarin, ada tiga warga yang dapat tembak. Tapi saya hanya kenal Julianus, jemaat kami. Penyebabnya belum tahu, mungkin salah tembak atau apa,” tukas Deserius Adii saat dihubungi lewat sambungan telepon kepada BBC News Indonesia.

Imbas dari aksi pembunuhan terhadap pekerja PT Istaka Karya dan berlanjut pada pengejaran anggota TPN-OPM, kata Adii, sebagian besar penduduk setempat mengungsi ke hutan.

Ia khawatir dengan kondisi mereka.

“Saya khawatir soal makanan mereka, sebab kalau mereka ke pos TNI nanti dicurigai keluarga TPN-OPM,” imbuhnya.

Informasi lain disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey, yang mengatakan “dua warga di Distrik Yigi ditemukan meninggal”.

Namun apa penyebab kematian itu, ia belum bisa memastikan. Berdasarkan laporan anggotanya di lapangan, kemungkinan hal itu berkaitan dengan pengejaran kelompok TPN-OPM oleh aparat.

Sebab, kata Fritz, sebagian warga di Distrik Mbua diketahui mengungsi akibat aksi saling tembak antara aparat dan TPN-OPM.

“Di Mbua ada penembakan tanggal 4 Desember lalu. Helikopter aparat ditembaki, sehingga beberapa warga pergi dari rumahnya,” ujar Fritz Ramandey kepada BBC News Indonesia.

Hanya saja kabar tewasnya warga sipil tersebut diklaim oleh Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, sebagai ulah kelompok TPN-OPM yang kerap mengajak masyarakat melawan aparat.

Kata dia, baik TNI maupun Polri tidak akan sembarangan melukai masyarakat, sebab sesuai arahan target serangan adalah kelompok bersenjata.

“Kalau ternyata ada jatuh korban dari sipil, tidak mungkin masyarakat. Pasti kelompok mereka. Karena kami diserang, kami melakukan balas tembakan. Kalau ada yang jatuh korban dan diklaim masyarakat, berarti mereka mengajak masyarakat untuk melakukan penyerangan,” ujar Muhammad Aidi.

Ia juga menyebut warga di Distrik Yigi dan Mbua, yang sebelumnya mengungsi sudah kembali. Bahkan aktivitas sosial dan ekonomi di dua distrik itu berjalan normal.

“Sekarang aktivitas sosial sudah berjalan lancar. Roda ekonomi juga begitu,” jelas Aidi sembari meminta berbagai pihak yang mengetahui adanya warga sipil menjadi korban agar dilaporkan.

“Jadi jangan seakan-akan menuduh aparat keamanan. TNI profesional, kita melindungi rakyat,” imbuhnya.

Komnas HAM minta TNI-Polri tak serampangan

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey, mengatakan sudah berkali-kali menyampaikan kepada Kapolda Papua dan Panglima TNI agar tidak mengabaikan keselamatan warga sipil dalam menindak kelompok TPN-OPM.

Tapi ia ragu permintaan itu akan dilakukan.

Apalagi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, bersikeras tidak akan berunding dengan kelompok bersenjata di Papua yang disebutnya sebagai “kelompok kriminal”.

“Saya tidak akan berdiskusi dengan kriminal. Mereka mau klaim apa tidak akan saya jawab karena pasti gak benar, mereka melakukan suatu propanda, membuat masyarakat resah dan ketakutan. Untuk apa saya jawab! Yang jelas mereka kriminal. Mereka melakukan kejahatan di luar batas kemanusiaan. Ini harus kita lawan!” ujar Wiranto kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa (11/12).

Wiranto, kata Fritz, dengan latarbelakang mantan panglima TNI, sudah pasti menggunakan pendekatan militer ketimbang kemanusiaan dalam mengambil keputusan.

“Kalau saya lihat Wiranto, dia punya perspektif sendiri untuk menyelesaikan tindakan-tindakan ini.”

Sumber : BBC.com

Penemuan Gundukan Rayap yang Luasnya Hampir 2 Kali Pulau Jawa

Penemuan Gundukan Rayap yang Luasnya Hampir 2 Kali Pulau Jawa

Salah satu bangunan terbesar dan teraneh di Bumi tersembunyi dari mata dunia. Struktur yang dimaksud adalah 200 juta gundukan rayap yang terkubur di vegetasi Caatinga sebelah timur laut Brasil.

Tak hanya jumlahnya yang fantastis, luas gundukan-gundukan tersebut bahkan hampir setara dengan dua kali luas Pulau Jawa. Sayangnya, hanya sedikit hal yang diketahui dari gundukan-gundukan tersebut selain volumenya yang mencapai 10 kilometer kubik. Gundukan misterius ini pertama kali ditemukan oleh Roy Funch, ahli biologi dari Universidade Estadual de Feira de Santana, Brasil pada awal tahun 1980-an.

“Beberapa penduduk lokal mengira gundukan-gundukan tersebut terbentuk oleh rayap atau semut serta makhluk semacam itu,” ungkap Funch dikutip dari Science Alert, Senin (19/11/2018). “Tetapi bagi banyak orang, gundukan-gundukan itu begitu saja ada di sana -mereka percaya bahwa itu adalah formasi asli buatan Tuhan- karena daerah itu merupakan lahan kering yang sulit digunakan untuk beternak atau bertani yang sering diabaikan,” imbuhnya.

Saat menemukannya, Funch sempat menulis tentang struktur aneh tersebut dalam sebuah majalah sains populer. Tapi, beberapa dekade berikutnya tidak ada ilmuwan yang tertarik dengan gundukan luas itu. Untuk itu, Fuch kembali merilis sebuah makalah tentang struktur besar tersebut pada 2015.

Saat itu, Funch memeprkirakan ada sekitar 90 juta gundukan yang memiliki volume setara dengan 900 Piramida Agung Giza. Sejak saat itu, perkiraan Funch terus direvisi.

gundukan rayap
Gundukan Misterius Ditemukan di Brazil

Dalam investigasi terbaru, peneliti menemukan bahwa jumlah gundukan tersebut bukan 90 juta melainkan berjumlah 200 juta. Volumenya diperkirakan setara dengan 4.000 Piramida Giza. “Orang-orang tidak percaya ukurannya, itu sangat besar… itu benar-benar di luar dugaan,” kata Stephen Martin, penulis utama penelitian ini dari University of Standford, Inggris.

“Gundukan yang kami laporkan dibangun oleh satu spesies rayap,” kata Funch. Dalam laporan penelitian di jurnal Cell Biology, rayap yang membangun gundukan besar nan luas itu adalah Syntermes dirus.

Sampel tanah yang diambil dari beberapa gundukan mengungkap bahwa rayap-rayap tersebut menempati tempat itu antara 690 hingga 3.820 tahun lalu. Ini membuat gundukan ini hampir setua gundukan rayap tertua di dunia yang ada di Afrika.

 

Sumber : Kompas.com

AS Tidak Peroleh Dukungan di PBB untuk Kutuk Hamas Atas Kekerasan di Gaza

AS Tidak Peroleh Dukungan di PBB untuk Kutuk Hamas Atas Kekerasan di Gaza

 

Usaha dari Amerika Serikat (AS) mencari dukungan di PBB untuk mengutuk kekerasan yang dilakukan kelompok militan Palestina, Hamas, untuk pertama kalinya gagal pada Kamis (6/12/2018) karena kurangnya jumlah suara yang di dapat dalam Sidang Umum.

Resolusi membutuhkan dukungan dari sedikitnya dua pertiga suara anggota, dan meski bersifat tidak mengikat resolusi Majelis Umum memiliki muatan politik. AS mendapatkan 87 suara yang mendukung, 58 menentang, 32 abstain dan 16 negara lainnya tidak memilih.

Karena alasan prosedural yang sebelumnya diminta oleh Kuwait, pengadopsian rancangan resolusi membutuhkan dua pertiga suara dukungan dan tidak hanya didasarkan pada suara mayoritas.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, telah menulis surat kepada negara-negara anggota PBB pada Senin, 3 November, mendesak mereka agar mendukung rancangan yang disusun oleh AS.

Dikutip dari Reuters, Jumat (7/12/2018) Haley menulis “Amerika Serikat mengambil hasil dari pemungutan suara ini dengan sangat serius.”

Haley, yang akan mundur pada akhir tahun, telah memberi dukungan kepada Israel.

“Sebelum Majelis Umum dapat secara kredibel mendukung kompromi dan rekonsiliasi antara Palestina dan Israel, harus dicatat, tidak ambigu dan tidak bersyarat, mengutuk teroris Hamas,” kata Haley kepada para anggota sebelum pemungutan suara.

AS sedang mengerjakan rencana yang sudah lama ditunggu-tunggu untuk menjembatani perdamaian antara Israel dan Palestina. Namun, Palestina skeptis dan menuduh pemerintahan Trump berpihak pada Israel terkait isu-isu utama.

Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa pihaknya “menolak rancangan keputusan yang dibuat AS terhadap perlawanan Hamas merupakan pukulan bagi pemerintah AS dan menegaskan kembali legitimasi dari perlawanan.”

Duta Besar Israel, Danny Danon, mengatakan bahwa negara-negara yang menolak rancangan keputusan harus merasa malu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji mereka yang memberikan suara mendukung.

Selama lebih dari satu dekade Gaza telah dikendalikan oleh Hamas di bawah blokade Israel-Mesir. Ekonomi di wilayah itu telah hancur, menciptakan apa yang digambarkan Bank Dunia sebagai krisis kemanusiaan dan kekurangan air, listrik, serta obat-obatan.

Israel mengatakan tidak punya pilihan selain memaksakan blokade untuk mempertahankan diri dengan Hamas, yang menyerukan penghancuran Israel dan telah menggunakan Gaza sebagai basis untuk serangan rudal.

Wakil Duta Besar Iran, Eshagh Al Habib, menuduh Amerika Serikat mencoba mengalihkan perhatian dunia dari akar penyebab konflik. Dia mengatakan bahwa “Iran mengakui Hamas sebagai gerakan perlawanan yang sah yang berjuang untuk pembebasan wilayah Palestina dari pendudukan asing.”

(dka)

Sumber : Okezone.com

Penduduk Korea Selatan Pilih Menginap di Penjara Karena Stres Kerja

Penduduk Korea Selatan Pilih Menginap di Penjara Karena Stres Kerja

Bagi kebanyakan orang, penjara adalah tempat yang suram atau menyeramkan. Bagi warga Korea Selatan yang membutuhkan istirahat dari tuntutan rutinitas, bermalam di “hotel prodeo” adalah cara memanjakan diri yang baru.

“Penjara ini memberi saya rasa kebebasan,” kata Park Hye-ri, seorang pekerja kantor berusia 28 tahun yang membayar US$90 (sekitar Rp1,3 juta) untuk menghabiskan 24 jam terkunci di penjara tiruan.

Sejak 2013, Hotel Prison Inside Me yang berada di timur laut Hongcheon telah menampung lebih dari 2.000 “tamu narapidana”.

Sebagian besar tamu merupakan pelajar sampai pekerja yang merasa stres dengan masalah hidup sampai pekerjaan.

“Saya terlalu sibuk,” kata Park ketika dia duduk di sel berukuran 5 meter persegi.

“Saya seharusnya tidak ada di sini sekarang, mengingat pekerjaan yang harus saya lakukan. Tapi saya memutuskan untuk merenung di sini demi kehidupan yang lebih baik. ”

Walau berbentuk hotel namun aturannya mirip penjara. Sesama tamu dilarang berbicara, mengenakan jam tangan sampai membawa telepon genggam.

Tamu diminta mengenakan seragam penjara berwarna biru. Mereka diberi alas tidur berupa karpet yoga, set minum teh, pena dan buku catatan.

Seluruh tamu tidur di lantai. Ada toilet kecil di dalam ruangan, tetapi tidak ada cerminnya.

Menu makanan malam ubi jalar kukus dan milkshake pisang untuk dan bubur nasi untuk sarapan.

Salah satu pendiri hotel, Noh Ji-Hyang, mengatakan penjara tiruan ini terinspirasi oleh suaminya, seorang jaksa yang sering bekerja selama 100 jam seminggu.

“Dia mengatakan dia lebih suka pergi ke sel isolasi selama seminggu untuk beristirahat dan merasa lebih baik,” katanya. “Itu awalnya.”

Suasana kerja yang sarat persaingan membuat kaum pekerja Korea Selatan didera stres yang sampai membuat depresi sampai bunuh diri.

Kaum pekerja Korea Selatan bekerja rata-rata 2.024 jam sepanjang tahun 2017, yang merupakan jam kerja terpanjang setelah Meksiko dan Kosta Rika, dalam sebuah survei terhadap 36 negara anggota dalam Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Untuk membantu orang bekerja lebih sedikit dan menghasilkan lebih banyak, pemerintah telah menaikkan upah minimum dan memotong batas legal jam kerja menjadi 52 per minggu dari 68.

Tetapi kebijakan itu bisa menjadi bumerang dan membuat pekerja menjadi lebih sering bekerja ketimbang istirahat, kata sejumlah ekonom.

Noh mengatakan beberapa tamu di hotelnya sempat khawatir dan takut untuk menghabiskan 24 atau 48 jam di sel penjara.

Namun setelah mereka mencobanya, tak sedikit yang datang kembali.

“Setelah tinggal di penjara, tamu banyak yang berkata, ‘Ini bukan penjara, penjara yang sebenarnya adalah tempat kami kembali,'” katanya.

(ard)

Sumber : CNN Indonesia

Pos Yonif Nduga Diserang, Prajurit TNI Tewas Tertembak

Pos Yonif Nduga Diserang, Prajurit TNI Tewas Tertembak

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak cuma membunuh 31 pekerja di Distrik Yigi, tetapi juga menyerang Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. Akibat penyerangan itu, seorang anggota Yonif 755 tewas, dan seorang lagi luka tembak.

“Betul, satu anggota gugur dan satu luka tembak,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Infatneri Dax Sianturi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/12).

Identitas anggota Yonif 755/Yalet yang tewas maupun luka tembak belum diketahui. Pun demikian jumlah pelaku penyerangan belum dapat diketahui.

Dax mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (3/12) pukul 18.30 WIT. Saat ini situasi di lokasi sudah dapat dikendalikan oleh pasukan gabungan TNI-Polri.

“Pasukan gabungan TNI-Polri yang diberangkatkan dari Wamena menuju Distrik Yigi telah link up dengan Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua,” katanya.

“Pasukan gabungan ini masih berada di Distrik Mbua untuk melakukan penyisiran,” ujar Dax.
Meski demikian, Dax sendiri belum mengetahui kerusakan Pos Yonif 755/Yalet usai penyerangan tersebut.

“Saya baru dapat laporan tentang korban,” kata Dax.
Lebih jauh dia mengatakan, untuk para korban, baik tewas maupun luka akan dievakuasi oleh pasukan gabungan sore ini. Mereka akan dievakuasi dengan helikopter.
“Tapi rencana dapat berubah tergantung kondisi cuaca,” kata dia.

Kejadian ini hanya berselang beberapa jam dengan peristiwa pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi oleh KKB pada Minggu (2/12) sore. Distrik Yigi dengan Distrik Mbua sendiri berjarak sekitar 10 kilometer dengan medan yang sangat berat.

“Sekitar 10 km dan belum ada jalan, dengan medan yang cukup berat,” ujar Dax.

(rzr/osc)

Sumber : CNN Indonesia