Uang Baru, Begini Cara Tukarkan 4 Uang Kertas Lama yang Tak Berlaku Awal 2019

Uang Baru, Begini Cara Tukarkan 4 Uang Kertas Lama yang Tak Berlaku Awal 2019

Bank Indonesia (BI) mencabut dan menarik beberapa pecahan uang kertas rupiah lama. Penukaran uang itu dilakukan di seluruh kantor BI.

Adapun pencabutan dan penarikan pecahan uang kertas rupiah lama itu berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/33/PBI/2008 pada 25 November 2008. Demikian mengutip dari laman BI, Senin (3/12/2018).

Adapun pencabutan dan penarikan beberapa pecahan uang kertas rupiah itu antara lain:

  1. Rp 10.000 tahun emisi (TE) 1998 dengan gambar muka pahlawan nasional Tjut Njak Dhien.
  2. Rp 20.000 tahun emisi (TE) 1998 dengan gambar muka pahlawan nasional Ki Hadjar Dewantara
  3. Rp 50 ribu tahun emisi 1999 dengan gamar muka pahlawan nasional WR Soepratman
  4. Rp 100.000 tahun emisi 1999 dengan gambar muka pahlawan proklamator Ir.Soekarno dan Dr H.Mohammad Hatta.

BI pun mengimbau bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi itu, dapat menukar di seluruh kantor BI hingga 30 Desember 2018.

BI membuka layanan penukaran sampai dengan 30 Desember 2018, termasuk layanan khusus pada 29-30 Desember 2018.

BI secara rutin mencabut dan menarik uang rupiah. “Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar uang, adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas,” tulis BI.

Sumber :
Liputan6.com

Kepolisian Diserang, Aparat Polres Sorong Kota Terluka

Kepolisian Diserang, Aparat Polres Sorong Kota Terluka

SORONG – Dua kelompok warga di Kota Sorong, Papua Barat, kembali terlibat bentrok di sekitar Jalan Ahmad Yani, Kaldemak III, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (28/11/2018) dini hari tadi. Kedua kelompok warga saling serang menggunakan batu, kayu dan senjata tajam.

Akibat dari aksi saling serang tersebut, Kabag Ops Polres Sorong Kota Komisaris Polisi Eko Yusmiarto menjadi korban. Mata sebelah kanan Komisaris Polisi Eko Yusmiarto terkena lemparan batu sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit Pertamina Sorong untuk mendapatkan perawatan.

Personel Polresta Sorong dibantu Brimob Batalion B Pelopor Polda Papua Barat, langsung diterjunkan ke lokasi. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan tembakan gas air mata untuk menghalau kelompok pemuda yang melempari petugas dengan batu dan tembakan mercon.

Belum diketahui penyebab aksi saling serang dua kelompok warga tersebut. Diduga bentrokan ini akibat dendam lama yang muncul kembali. Satu unit water canon disiagakan untuk menghalu kerumunan warga yang terus ingin menyerang. Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak-pihak yang bisa dikonfirmasikan termasuk dari pihak kepolisian setempat.

Sebelumnya pada Selasa (27/11/2018) malam, dua kelompok pemuda di Kota Sorong, Papua Barat, terlibat aksi saling serang. Bentrokan ini terjadi di Jalan Achmad Yani, Klademak III, Kota Sorong.

Mudah Mengenali Seseorang Sedang Berbohong

Mudah Mengenali Seseorang Sedang Berbohong

Betapa sedihnya untuk mengetahui bahwa kebohongan ada di mana-mana. Bahkan ketika kita bisa berbohong kepada seseorang dan merasa menyesal, karena tentu saja dibohongi adalah hal yang tidak menyenangkan.
Dilansir dari laman Bright Side, ada empat pola perilaku alam bawah sadar yang dilakukan seorang pembohong yang ditentukan berdasarkan analisis tekstual linguistik yang perlu Anda ketahui. Tentu saja, pola perilaku ini bisa menjadi acuan untuk Anda apakah seseorang sedang berbohong atau berkata jujur. Selain itu, ada juga metode bonus di akhir artikel yang bekerja di 99 persen untuk beberapa kasus.

1. Pembohong menghindari menyebutkan diri sendiri
Ketika pembohong mendistorsi kebenaran, mereka cenderung menghindari pembicaraan tentang diri mereka sendiri. Mereka berbicara atau menulis tentang orang lain sebagai orang ketiga, seolah menjadikan mereka sebagai ‘kambing hitam’ dan bersalah.

2. Sikap bicara pembohong ke arah yang negatif
Pembohong biasanya mengucapkan hal yang negatif karena mereka merasa tidak sadar bersalah atas kebohongan mereka sendiri. Misalnya, saat Anda dan pasangan akan janjian bertemu, jika ia berbohong, ia akan mengucapkan kata-kata negatif “Maaf aku terlambat, aku terjebak dalam kemacetan karena orang-orang bodoh itu.” Padahal, ia masih berada di rumah.

3. Penjelasan pembohong yang singkat
Seorang pembohong biasanya cenderung menjelaskan sebuah masalah secara sederhana dan singkat karena otak mereka menolak untuk memikirkan kebohongan yang rumit. Penghakiman atau evaluasi adalah hal kompleks yang sulit untuk dihitung.

4. Pembohong menggunakan kata-kata yang membingungkan
Meskipun ada penjelasan sederhana, seseorang yang sedang berbohong akan menggunakan struktur kalimat yang rumit dan berputar-putar, memasukkan kata-kata yang berlebihan dan rincian yang tidak masuk akal.
Jika Anda tidak dapat melihat sinyal di atas tapi masih ragu tentang apakah Anda sedang dibohongi atau tidak, cobalah perhatikan baik-baik mata lawan bicara Anda. Ketika sedang bohong, orang akan cenderung gugup yang mengakibatkan detak jantung meningkat dan pelebaran pupil mata.

Fenomena Burung Migran yang melewati Yogyakarta

Fenomena Burung Migran yang melewati Yogyakarta

Burung migran adalah sebutan bagi burung yang melakukan migrasi di musim dingin ke tempat lain yang lebih hangat untuk mencari makan. Salah satu jenis burung yang melakukan migrasi tersebut adalah burung layang-layang Asia yang memiliki nama ilmiah Hirundo rustica.

Menurut pengamat burung asal Yogyakarta, Asman Adi Purwanto, burung layang-layang Asia bermigrasi dari wilayah seperti Siberia, Rusia, Mongolia, dan China dan menjadikan Kota Yogyakarta sebagai salah satu roosting site (tempat peristirahatan) mereka.
“Ini memang fenomena siklus tahunan. Burung-burung itu bukan baru tahun ini saja di Kota Yogyakarta, sudah dari dulu-dulu,” kata Asman.

Sayangnya, ada beberapa warga yang tampaknya tidak berkenan dengan kehadiran burung-burung tersebut. Beberapa ekor burung yang tengah beristirahat di kota Yogyakarta ini malah dijadikan sasaran tembak.

Asman sendiri tidak bisa memastikan apa penyebab warga menembaki burung layang-layang itu, namun ia menduga penembakan tersebut bukan karena burung layang-layang diburu untuk dimakan.
“Dari info yang saya dapat, setelah ditembak itu (burung) ditinggalkan begitu saja. Artinya itu bukan perburuan. Saya pikir cuma keisengan saja.”
Ia juga mengatakan, biasanya warga yang berada di sekitar tempat bertengger burung-burung itu tidak membunuh hewan tersebut. Kalaupun merasa terganggu, mereka hanya akan sebatas mengusir burung-burung itu.

Burung layang-layang Asia melakukan migrasi setiap tahunnya saat negara asal mereka mulai memasuki musim dingin. Migrasi dilakukan karena saat musim dingin, jumlah serangga yang menjadi makanan utama mereka akan berkurang sehingga mereka akan terbang ke negara tropis untuk mencari makanan.
“Burung itu bermigrasi ketika mulai datang musim dingin di Belahan Bumi Utara. Mereka bermigrasi ke bagian Bumi dengan kondisi iklim yang hangat seperti Indonesia. Mereka datang untuk mencari makan,” Asman menjelaskan.

Setelah musim dingin selesai antara bulan Februari atau Maret, burung-burung migran ini akan kembali ke tempat asalnya untuk berkembangbiak.
“Mereka akan bersarang, kemudian setelah telurnya menetas dan anaknya bisa terbang, bulan Agustus-September mereka akan bermigrasi lagi.”
Indonesia sendiri merupakan tempat persinggahan bagi berbagai macam burung migran. Bukan hanya untuk singgah di Indonesia, beberapa jenis burung migran seperti burung-burung pantai akan melanjutkan perjalanan mereka hingga ke Australia.

Ditemukan Batu Misterius di Gunung Kidul

Ditemukan Batu Misterius di Gunung Kidul

Warga Gunungkidul dikejutkan oleh temuan batu berwujud aneh. Tidak hanya itu, warga juga kesulitan saat memindahkan batu misterius itu. Batu aneh yang diselimuti misteri itu ditemukan di wilayah Dusun Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Warga setempat meyakini batu aneh itu memiliki nilai sejarah.

Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto, mengatakan sudah mendengar adanya kabar penemuan batu misterius itu, tetapi ia juga belum tahu pasti kelanjutannya, dan menurut dia itu perlu penelitian lebih lanjut.

“Sudah dengar adanya kabar penemuan batu tersebut, tetapi memang perlu diteliti lagi lebih jauh oleh yang ahli di bidangnya. Jika memang bernilai sejarah atau budaya ya harus dijaga,” ujarnya.

Ia mengatakan, peran masyarakat penting untuk melindungi benda-benda yang bernilai sejarah atau budaya. Laporan dari masyarakat nantinya juga akan ditindaklanjuti.

Pengurus Komunitas Sadar Sejarah di Paliyan Manahati, Dwi Arinto, mengatakan pertama kali batu tersebut viral di masyarakat saat pekerja mencoba mengeruk tanah ladang untuk membuat jalan.

“Awalnya saat mengeruk tanah untuk jalan setapak warga dengan backhoe ditemukan batu ini yang bentuknya kotak dan lubang bulat di tengah. Sepertinya dua ini, tapi terpecah-pecah jadi enam bagian,” katanya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut dia, benda tersebut jika dilihat dari bentuknya merupakan lumpang atau tempat menumbuk. Namun, hal tersebut perlu dipastikan oleh yang lebih ahli di bidangnya menurut Rinto.

“Memang perlu dipastikan lagi apa benda tersebut dan umurnya sudah berapa lama. Namun, untuk sementara pastinya akan dijaga dahulu. Kemarin dari pihak desa, kepolisian juga sudah datang,” ujarnya.

Ia menceritakan saat pemindahan batu tersebut awalnya cukup kesulitan dan muncul beberapa misteri keanehan. Seperti batu tersebut tidak mau untuk diangkat dan menyangkut di backhoe.

Bca juga :Kenapa Gempa Lombok M 7 yang Pusatnya di Darat Berpotensi Tsunami?

Sementara itu, pemilik lahan Harjo, Winoto, mengatakan sebenarnya batu misterius tersebut sudah ada semenjak ia kecil, dan ditemukan oleh ayahnya. “Dulu dianggapnya hanya batu biasa. Ya, nanti akan diberikan tempat untuk mengamankan batu tersebut,” dia menandaskan.

Kenapa Gempa Lombok M 7 yang Pusatnya di Darat Berpotensi Tsunami?

Kenapa Gempa Lombok M 7 yang Pusatnya di Darat Berpotensi Tsunami?

Pulau Lombok pada Minggu (05/08/2018) malam lalu diguncang gempa bermagnitudo 7. Episenter (pusat) gempa Lombok tersebut berada di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan gempa Lombok ini disebut berpotensi tsunami. Namun, beberapa jam setelahnya, peringatan tsunami kemudian dicabut karena ketinggiannya tidak signifikan.

Meski begitu, hal ini menimbulkan pertanyaan: jika episenternya di darat, mengapa gempa tersebut bisa menimbulkan potensi tsunami? Widjo Kongko, ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membenarkan bahwa gempa bumi Lombok pada hari Minggu lalu memang berpusat di darat. ” Gempa bumi ini berpusat di darat dengan 95 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut,” ungkap Widjo kepada Kompas.com, Selasa (07/08/2018). “Namun demikian, deformasi (perubahan bentuk) positif di permukaan buminya sekitar 50 persen adalah di laut, sehingga gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami walaupun nilainya kecil atau minor (maks 30 cm),” imbuhnya.

Widjo juga menjelaskan, bidang patahan gempa tersebut sumbernya berada di kedalaman 15 kilometer. “Luas bidang patahannya untuk kasus Lombok diperkirakan 30 kali 20 kilometer persegi,” tuturnya. Karena bidang patahannya berada di bawah permukaan bumi, titik tengahnya jika diproyeksikan ke atas. Artinya, kenaikan ke atas ada di darat.

Meski begitu, Widjo menerangkan bahwa efek gesekan patahan mendadak itu berpengaruh ke atas permukaan bumi.

Baca juga: Gempa Lombok Kedua Lebih Kuat

“Permukaan bumi terdeformasi baik vertikal maupun horisontal,” kata Widjo. “Untuk kasus tsunami, yang sensitif adalah deformasi vertikal (naik atau turun),” sambungnya. Hal inilah yang membuat gempa Lombok hari Minggu lalu punya potensi tsunami. “Nah, deformasi vertikal yang naik atau positif di permukaan bumi itu 50 persen luasannya ada di laut,” tegasnya. “Peringatan dini tsunami oleh BMKG kemarin sudah benar karena memang berpotensi ada tsunami walaupun kecil,” tutup Widjo.
Warga Lombok tetap diminta waspada kemungkinan masih ada gempa-gempa susulan.

Sumber : Kompas.com

Gempa Lombok Kedua Lebih Kuat

Gempa Lombok Kedua Lebih Kuat

Kawasan Lombok dan sekitarnya diguncang dua gempa hebat dalam sepekan. Gempa Lombok pertama, yang terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 Skala Richter, ternyata bukanlah klimaks. Hanya berjarak sepekan, pada Minggu malam, 5 Agustus 2018, lindu kembali mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar, yakni 7 Skala Richter.

Ini fenomena yang jarang terjadi dalam bencana gempa lombok karena kekuatan gempa kedua lebih besar dari gempa pertama. Yang umum diketahui, gempa susulan selalu punya kekuatan lebih rendah.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemudian menyatakan gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pukul 18.46 WIB adalah gempa Lombok utama (mainshock). Sementara gempa 6,4 SR adalah awalan atau foreshock.

“Itu agak luar biasa kalau menurut saya. Memang agak mengejutkan, di tempat yang sama, hanya berjarak satu minggu, antara foreshock dan mainshock berdekatan, dan besarnya (gempa Lombok utama) itu 10 kali lipat,” ujar mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, di Kantor Redaksi Liputan6.com, Senin (6/8/2018) petang.

Pria yang karib disapa Mbah Rono itu menyebut, gempa Lombok pertama adalah gempa awalan. Sementara gempa utama adalah yang kedua pada 5 Agustus yang diikuti dengan sejumlah gempa susulan yang lebih kecil, untuk menyeimbangkan patahan-patahan.

“Kita memang tidak bisa memprediksi berapa kuat gempa awalan serta jumlah gempa susulan. Yang bisa kita lihat, jika jumlah dan energi gempa susulan sudah menurun, dia sudah mengunci energi untuk dikeluarkan pada gempa lain di masa yang akan datang,” jelas mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu.

Hal itu dibenarkan Danny Hilman Natawijaya, peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia mengatakan, rentetan gempa yang komplet itu ada foreshock, mainshock dan aftershock. Jadi, ada gempa pembuka atau gempa pendahuluan, gempa utama, lalu gempa susulan.

“Tapi, gempa yang pendahuluan atau foreshock itu tidak selalu ada, jadi langsung mainshock atau gempa utama, terus susulan. Nah, yang kemarin (gempa Lombok 5 Agustus 2018) ini kasusnya lain dari yang lain. Didahului dengan yang pembuka dulu, baru utamanya atau yang besarnya baru keluar,” jelas Danny.

Dengan kata lain, kata dia, mainshock itu umumnya terjadi di gempa pertama yang berkekuatan besar. Dan itu bisa diketahui dari gempa yang terjadi pada titik yang sama. Namun, lagi-lagi kita memang tak bisa mengetahui mana gempa awal atau utama sebelum semua energi dilepaskan.

“Jadi, kita tidak akan tahu bahwa itu foreshock sebelum yang gedenya keluar, jadi kita memang enggak bisa tahu,” tegas Danny.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena dua kali gempa di Lombok itu bukan hal yang umum terjadi, kendati bukan berarti tidak pernah.

“Ada gempa pendahuluan dulu kemudian baru ada utamanya. Tapi itu tidak sering, itu lebih banyak terjadi gempa utama kemudian baru ada gempa susulan. Tapi sekali lagi, yang namanya alam itu kita tidak bisa menebak sebelum ada gempa berikutnya, jadi harus menunggu gempa itu terjadi dulu,” jelas Dwikorita kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan, gempa itu memiliki tiga tipe. Yang paling sering terjadi itu tipe di mana gempa utama tinggi kemudian diikuti dengan gempa susulan. Secara alamiah begitu, semakin mengecil semakin melemah.

“Namun, ada kondisi-kondisi di alam itu tidak semuanya sama dan seragam. Tipe yang kedua adalah tidak ada gempa utama, tapi diikuti gempa susulan. Selang beberapa waktu di lokasi yang sangat berdekatan dan hampir sama di patahan yang sama mengalami penguatan gempa yang kurang lebih sama,” jelas dia.

Dia mencontohkan sesar Flores yang sebelumnya mengalami gempa yang lebih kuat terus diikuti dengan gempa susulan yang semakin melemah. Gempa Lombok ini baru bisa disimpulkan setelah keseluruhan gempa melepaskan energinya.

Baca juga : Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Petir ?

“Jadi, itu harus terjadi dulu, baru kita bisa menyimpulkan. Berarti yang kemarin itu (gempa Lombok Lombok) masih pendahuluan, karena di lokasi patahan yang sama, kemudian terjadi gempa kuat berikutnya,” ucap Dwikorita.

Gempa tipe ketiga, kata dia, adalah gempa yang terjadi di awal dan susulannya punya kekuatan yang sama. “Kekuatan gempa ini biasanya tidak tinggi, skalanya tidak begitu besar,” tegas mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

 

Sumber : Liputan6.com

Wah ternyata Kecanduan Video Game, Termasuk Dalam Gangguan Mental

Wah ternyata Kecanduan Video Game, Termasuk Dalam Gangguan Mental

Menurut Chris Ferguson, seorang profesor psikologi di Stetson University, kecanduan video game menurut versi WHO adalah sesuatu yang berbeda dengan kecanduan lainnya.

Temuan WHO hanya didasarkan pada terganggunya aktivitas sehari-hari, misalnya, saat Anda sudah kecanduan video game maka Anda tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau tidak memperhatikan kebersihan tubuh. Hal ini membuat diri Anda menjadi kurang memilik rasa kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Apa yang terjadi pada kondisi lingkungan sekitar menjadi hal yang kurang mendapat perhatian pada diri Anda. Kejadian, kabar berita, dan kondisi warga masyarakat sekitar Anda belum mendapat posisi penting di pikiran Anda. Sosialisasi dengan masyarakat pun menjadi terganggu yang akhirnya berdampak tidak baik terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan pada diri Anda.

“Saya tidak berpikir bahwa temuan WHO mencerminkan konsensus nyata di lapangan. Beberapa orang setuju dengan itu, tapi banyak dari kita tidak,” katanya.

Ferguson berpandangan, meski bagi beberapa orang kecanduan video game adalah sebuah masalah serius, tapi mengapa ada beberapa orang yang tidak kecanduan video game sementara yang lain menjadi kecanduan.

Ferguson menyarankan, akan lebih baik jika WHO mengambil lebih banyak waktu dan menghubungi ilmuwan yang skeptis, para gamer hingga beberapa perusahaan pembuat video game—sebelum merumuskan deskripsi tentang kecanduan video game. Bahkan, Ferguson juga mempertanyakan klaim WHO, apakah ini sebuah kelainan biasa atau gejala kesehatan mental lainnya.

“Setelah 20 atau 30 tahun ini, basis bukti tidak begitu bagus untuk menunjukkan bahwa ini adalah kelainan,” kata Ferguson. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa kecanduan video game cenderung membuat seseorang memiliki emosi yang tidak stabil. Akan tetapi, jika penelitian ini dilakukan dua kali dengan selisih waktu enam bulan, tes berikutnya pasti akan menunjukkan hasil yang berbeda.

Baca juga : KENALI ANAK BERPERILAKU BURUK

Jika kecanduan video game dikategorikan sebagai gangguan terhadap kesehatan mental, Ferguson berargumen, seharusnya WHO juga mengkategorikan kecanduan perilaku umum lainnya  atau apapun yang membuat seseorang melakukan aktivitas berlebihan sebagai kelainan.

Rubahlah sikap dan perilaku Anda segera, agar kondisi yang lebih tidak baik lagi dapat dicegah.

 

sumber : dokterpedia

Kemenkes Akan Diundang MUI Bahas Vaksin MR

Kemenkes Akan Diundang MUI Bahas Vaksin MR

Vaksin MR- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana akan diundang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas masalah vaksin Measles dan Rubella (MR), yang belum bersertifikat halal.

“Ya Kemenkes nanti bertemu dengan MUI, besok (hari ini) kita membicarakan,” ungkap Ketua MUI Ma’ruf Amin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Ma’ruf mengatakan, makanan, obat-obatan hingga imunisasi harus mendapat sertifikat halal dari MUI. Termasuk vaksin MR.

Menurut Ma’ruf, apabila vaksin tersebut dipandang tidak halal tetapi sangat diperlukan, maka akan dipikirkan cara lainnya.

Baca juga : Pesan Dokter Cara Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji

“Insyaallah tidak ada masalah-masalah krusial, MUI akan memberikan jalan keluarnya,” terang Ma’ruf.
Sebelumnya, pemberian vaksinasi MR untuk masyarakat di Kabupaten Siak, Riau, ditunda. Penundaan ini dikarenakan zat yang terkandung dalam vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Sumber : liputan6

Inilah Tanaman Hias Yang Dapat Memperbaiki Kualitas Udara di Rumah

Inilah Tanaman Hias Yang Dapat Memperbaiki Kualitas Udara di Rumah

Adanya Tanaman Hias di rumah biasanya akan terasa lebih sejuk. Alasannya karena tanaman melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Selain baik untuk meningkatkan kualitas udara, tanaman juga bisa mempercantik rumah. Biasanya jenis tanaman yang dimanfaatkan adalah tanaman hias.

Berdasarkan penelitian NASA pada 1989, ada beberapa tanaman hias biasa yang sebenarnya dapat menghilangkan bahan kimia karsinogenik seperti benzena dan formaldehida dari udara. Lebih dari itu, rumah yang ditumbuhi banyak tanaman di sekitarnya dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati penghuni rumah. Melansir Good Housekeeping, Senin (23/7/2018), inilah tanaman hias yang membawa banyak manfaat:

Pakis


Penelitian dari American Society of Horticultural Science pada 2010 mengungkapkan bila tanaman pakis bisa menghapus lebih banyak formaldehida. Namun tanaman ini tergolong cukup rewel sehingga tingkat kelembapannya harus diperhatikan dengan baik. Bila perlu, pakis bisa disiram setiap hari.

Pohon-pohon palem

Segala jenis pohon palem merupakan pilihan yang baik untuk peningkatan kualitas udara. Tapi usahakan pohon palem tumbuh di suhu 15-23°C.

Karet kebo dan Janet Craigs


Kurangnya paparan sinar matahari mungkin dapat membuat tanaman mati. Tapi jangan sedih, ada tanaman yang dapat tumbuh dengan sedikit sinar matahari dan memberikan banyak manfaat. Tanaman itu adalah karet kebo dan Janet Craig.

Lili perdamaian


Salah satu dari beberapa tanaman hias yang akan mekar di dalam ruangan adalah lili perdamaian. Tanaman dengan daun berbentuk kerang ini dapat menurunkan suhu ruangan sehingga terasa lebih sejuk. Lili perdamaian juga memiliki tingkat transpirasi tinggi yang akan melembapkan udara. Akan tetapi, harus hati-hati. Sebab daun tanaman ini bisa beracun bagi hewan peliharaan dan anak-anak.

Sirih gading


Tanaman menjalar yang satu ini sering ditemui di rumah-rumah. Sirih gading dapat tumbuh dengan mudah, menolerir banyak pengabaian seperti sinar matahari yang sedikit, dan tidak masalah bila terlalu banyak disiram air.

Daun ivi


Seperti sirih gading, tanaman daun ivi juga tumbuh menjalar. Tanaman ini bertindak sebagai topiary dan digunakan untuk elemen dekoratif di rumah. Daun ivi tumbuh di tempat yang teduh dan sesekali membutuhkan sedikit penyiraman.