Kenangan Spiritual Pemain Muslim di Piala Dunia 2018

Kenangan Spiritual Pemain Muslim di Piala Dunia 2018

KEBERHASILAN Prancis dalam memenangkan Piala Dunia 2018 tidak terlepas dari kontribusi para pemain Muslimnya. Selama ini, Prancis memang dikenal sebagai salah satu negara multikultural.
Kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan bagi imigran dari Afrika dan Timur Tengah di negara tersebut, merupakan salah satu alasan utama banyaknya penduduk Muslim di Prancis. Berikut Okezone rangkumkan momen spiritual pemain Muslim Prancis yang dilansir dari berbagai sumber, Senin (16/7/2018).

Paul Pogba
Para penggemar sepakbola tentu sudah banyak yang mengetahui bahwa gelandang Manchester United ini adalah seorang muslim yang taat. Bahkan, sebelum bertanding di Piala Dunia 2018, Pogba sempat menjalani umrah bersama keluarganya. Ia juga tidak segan-segan menunjukkan ketaatannya saat berada di tengah lapangan. Sebelum kick-off dimulai, Pogba beberapa terlihat memanjatkan doa dengan menengadahkan kedua tangannya. Begitupun ketika ia berhasil mencetak gol.
Pogba melakukan selebrasi dengan bersujud di pinggir lapangan. Tindakannya itu bukan hanya semata-mata memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi untuk memerangi isu Islamphobia yang kini tengah menjadi isu penting di kawasan Eropa.

N’golo Kante
Sebagai keturunan imigran dari Mali, N’Golo Kante juga dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Gelandang Chelsea yang sempat masuk dalam nominasi Ballon D’or ini beberapa kali kedepatan sedang menunaikan ibadah Umrah setelah musim Liga Primer Inggris usai. Di tengah lapangan pun, pria yang akrab disapa Kante itu selalu memanjatkan doa sebelum pertandingan dimulai. Soal prestasi? jangan ditanya lagi. Kante digadang-gadang sebagai salah satu pemain kunci yang membantu Prancis membawa pulang trophy Piala Dunia 2018.

Djibril Sidibe
Sesaat setelah peluit akhir di final Piala Dunia 2018 terdengar, Paul Pogba dan DJibril Sidibe tiba-tiba melakukan sujud syukur di tengah lapangan. Pemain berdarah Mali ini memang tidak pernah memamerkan aktivitas keagamaannya di media sosial. Namun dalam beberapa kesempatan, Sidibe juga sering melakukan ritual berdoa seperti yang dilakukan umat Muslim pada umumnya.

Ternyata Malas Itu Termasuk Pertanda Anda Itu Cerdas, Apa Saja ya?

Ternyata Malas Itu Termasuk Pertanda Anda Itu Cerdas, Apa Saja ya?

RASA malas berlebih di pagi hari atau di cuaca yang terbilang sejuk kadang menghantui Anda. Ya, buktinya begitu malas Anda bangkit dari kasur dan memulai aktivitas. Kebiasaan ini bukan hanya masalah Anda seorang. Banyak sekali manusia di luar sana yang mengalami masalah ini.

Tapi, penelitian baru-baru ini menjelaskan bahwa ada beberapa kebiasaan malas yang malah harus Anda banggakan. Sebab, kebiasaan malas ini dikaitkan dengan kecerdasan Anda!

Meski pun rasanya kurang masuk akal, karena kecerdasan seseorang juga terlihat dari bagaimana kebiasaan dia. Salah satunya adalah aktif di beberapa bidang kehidupan. Namun, pada kenyataannya kecerdasan dengan kebiasaan malas ini punya keterkaitan dan ini fakta. Dilansir dari Bustle, Senin (23/7/2018) berikut adalah 5 perilaku yang orang anggap malas yang sebenarnya adalah tanda-tanda kecerdasa.

1. Anda Tidak Selalu Ingin Bersosialisasi

Sebuah studi di tahun 2016 yang dilakukan oleh psikolog dari London School of Economics dan Singapore Management University mengemukakan bahwa semakin banyak orang cerdas yang kurang senang semakin banyak mereka bersosialisasi dengan teman-teman dekat mereka. Laporan itu, menurut Washington Post, menyatakan bahwa secara umum, “semakin banyak interaksi sosial dengan teman-teman dekat, semakin besar kemungkinan kebahagiaan diri Anda sendiri akan lenyap”.

2. Anda lebih suka leha-leha bersama kucing kesayaang dibandingkan pergi keluar bersama anjing

Mana yang akan Anda pilih, malas-malasan dengan kucing di kamar, atau keluar ke taman bersama anjing Anda? Huffington Post melaporkan bahwa “pecinta kucing mendapat skor lebih tinggi pada kecerdasan daripada pecinta anjing”.

Dalam survei tahun 2014 oleh para peneliti Carroll University. “Masuk akal bahwa pencinta anjing akan menjadi lebih “hidup”, karena mereka ingin berada di luar sana, di luar, berbicara dengan orang-orang, dan tentunya membawa anjing mereka.” Profesor Denise Guastello menjelaskan, sedangkan, jika Anda lebih introvert, dan sensitif, mungkin Anda lebih banyak di rumah membaca buku, dan kucing Anda tidak perlu pergi ke luar untuk berjalan-jalan.

“Namun, penelitian itu menyatakan bahwa jenis hewan peliharaan yang Anda sukai mungkin juga dipengaruhi oleh lingkungan yang berbeda,” tegas Denise.

3. Menunda pekerjaan dan mengerjakannya di menit terakhir

Untuk para penunda yang lebih gigih, ini bukan tentang keengganan untuk melakukan pekerjaan – ini tentang keinginan untuk melakukan pekerjaan dengan sempurna dan rasa takut yang ditimbulkan bahwa mereka mungkin tidak melakukannya.

Seperti yang dilaporkan Psikologi Today, “Orang-orang dengan kecenderungan perfeksionis yang kuat, yang ingin memastikan bahwa pekerjaan mereka benar-benar benar, dapat menyelesaikan tugas mereka tepat waktu tetapi bertahan selama mungkin sebelum mereka mengubahnya untuk dievaluasi,” katanya. Bukannya Anda tidak peduli melakukan sesuatu, tapi itu karena Anda sangat berkomitmen untuk melakukannya dengan standar yang sangat tinggi sehingga Anda mulai khawatir Anda tidak akan mencapainya dan dengan demikian menunda tugas adalah pilihannya.

4. Lebih suka menetap di tempat yang kacau
Sebagai laporan Independen, ketidaklayakan mungkin sebenarnya terkait dengan kreativitas dan kecerdasan, menurut sebuah studi oleh Universitas dari Minnesota.
“Lingkungan yang kacau tampaknya mengilhami melanggar tradisi yang dapat menghasilkan wawasan baru. Lingkungan tertib, sebaliknya, mendorong konvensi dan bermain aman,” kata ilmuwan psikologi Kathleen Vohs. Anda dengar itu? Lingkungan yang kacau dapat menghasilkan wawasan baru!

5. Benar-benar malas!

Pada tahun 2017, Independen melaporkan pada penelitian di AS, peneliti mengungkapkan bahwa orang yang kurang aktif cenderung lebih cerdas. Para peneliti dari Florida Gulf Coast University menjelaskan bahwa “orang dengan IQ tinggi bosan dengan lebih mudah, membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir,” sementara “orang aktif mungkin lebih banyak bergerak karena mereka perlu merangsang pikiran mereka dengan kegiatan eksternal, baik untuk melarikan diri dari pikiran mereka atau karena mereka cepat bosan”.

Jadi, jika Anda dapat menghabiskan waktu dengan hanya duduk dan merenung, itu mungkin tidak ada hubungannya dengan kemalasan, tetapi justru karena melimpahnya ide. So, jangan merasa bersalah jika sekarang, di atas kasur, Anda hanya ingin bermalas-malasan!

Bisa Jadi Masalah Dalam Keluarga Bila Salah Dalam Pengaturan Keuangan

Bisa Jadi Masalah Dalam Keluarga Bila Salah Dalam Pengaturan Keuangan

MASALAH menyangkut uang tak dipungkiri selalu jadi masalah sensitif. Entah itu bagi diri sendiri, di antara anggota keluarga, di antara sesama teman, ataupun di antara pasangan.

Keputusan soal uang mau tidak mau menjadi salah satu keputusan paling penting untuk dibuat bagi pasangan. Perihal keuangan disebutkan punya dua sisi, membantu dalam membangun hubungan dan juga dapat menjadi penyebab kehancuran suatu hubungan yang mana semua itu tergantung pada pasangan itu sendiri dalam menangani keuangan mereka.

Nah, jadi penasaran kan sebetulnya apa saja sih kesalahan soal keuangan yang kerap terjadi di antara pasangan? Menyitat Boldsky, Senin (23/7/2018) berikut di bawah ini ulasan lima poin di antaranya.

Membuat akun keuangan terpisah
Beberapa pasangan berpikir cara terbaik untuk menghindari argumentasi keuangan adalah dengan menyimpan rekening bank terpisah. Gaji datang ke akun masing-masing agar tak bingung. Membayar tagihan secara terpisah, ternyata hal ini salah loh. Sebab dikatakan malah tidak membantu, yang ada ladang baru timbulnya masalah keuangan.

Perbedaan soal gaya hidup
Sering pasangan jadi bertengkar soal uang karena gaya hidup masing-masing. Contohnya, di satu sisi salah satu pasangan hanya pergi berbelanja ketika sudah membutuhkan, tetapi pasangannya suka membeli barang-barang bermerek dan dengan harga penuh. Ini akan menciptakan masalah keuangan serta menciptakan keretakan antara diri dan pasangan. Jika Anda memiliki penghasilan yang tidak memenuhi kebutuhan Anda akan selera yang mahal, maka Anda dan pasangan biasanya memang akan mengalami masalah keuangan.

Perbedaan karakter dan ideologi
Kepribadian dan ideologi berbeda antara satu sama lain juga masuk jadi salah satu bagian masalah keuangan. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Misalnya Anda adalah tipe yang gemar menabung dan pasangan Anda suka menghambur-hamburkan uang.

Perbedaan gaji
Adanya jarak perbedaan gaji di antara pasangan yang terlalu lebar, ini artinya memang ada kesenjangan uang di antara Anda berdua. Kesenjangan ini disebutkan adalah salah satu faktor yang membawa perbedaan dalam pola pikiran dan menciptakan kekosongan dalam hubungan

Ketidakpercayaan
Selingkuh bukan hanya soal menjalin hubungan percintaan dengan orang lain, dalam posisi diri sudah memiliki pasangan dan berkomitmen dalam sebuah hubungan. Tapi juga soal ketidakpercayaan soal keuangan, terkadang “tidak setia” di sini contohnya untuk memiliki visi keuangan bersama. Itu terjadi ketika salah satu pihak membuka rekening bank atau mulai menyimpan uang tunai di tempat lain, atau sesederhana ketika Anda memiliki kartu kredit dan pasangan tidak tahu tentang hal itu.

Gerhana Bulan Total Mampir ke Indonesia, nah ini Keistimewaannya

Gerhana Bulan Total Mampir ke Indonesia, nah ini Keistimewaannya

Gerhana Bulan – Pada tahun 2018 ini rupanya Gerhana Bulan Total datang menyapa Indonesia sebanyak dua kali, yakni pada 31 Januari lalu dan 28 Juli mendatang. Dari kedua gerhana ini, dikabarkan Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada 28 Juli 2018 memiliki banyak keistimewaan.

Berikut ini lima keistimewaannya:

1. Blood Moon

Menurut Infoastronomy, setiap Gerhana Bulan Total memang dijuluki sebagai Blood Moon atau Bulan Berdarah. Julukan ini diberikan karena warna Bulan pada saat puncak Gerhana akan tampak berwarna kemerahan seperti darah.

Warna merah ini berasal dari cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi dan pembiasan ini terjadi karena cahaya Matahari terdiri dari berbagai frekuensi, mulai dari yang terendah hingga tinggi. Saat cahaya Matahari menerobos atmosfer Bumi, cahaya dengan frekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu) akan terhamburkan oleh molekul atmosfer Bumi.

Sementara itu, cahaya dengan frekuensi rendah (kuning, oranye, dan merah) akan dengan mudah melewati atmosfer Bumi dengan jalur yang lurus serta tidak mengalami interaksi dengan molekul di atmosfer Bumi.
Pembiasan cahaya dengan frekuensi rendah dari Matahari akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi. Sementara itu, posisi Bulan akan berada di area umbra saat Gerhana Bulan Total terjadi. Hal itu membuat Bulan akan tampak berwarna merah akibat pembiasan cahaya ini. Meskipun begitu, warna merah Bulan saat Gerhana terjadi bergantung pada tingkat polusi yang ada di daerah pengamatan.

2. Mini Moon

Berbeda dengan Gerhana Bulan Total yang terjadi pada bulan Januari dan dikenal sebagai Supermoon, Gerhana kali ini Bulan akan dijuluki Mini Moon. Mengapa?

Pada saat Supermoon terjadi, Bulan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi (Perigee). Sementara itu Gerhana Bulan Total 28 Juli mendatang, Bulan akan berada di jarak terjauhnya dari Bumi (apogee).
Perigee dan Apogee ini bisa terjadi pada Bulan karena Bulan memiliki orbit berbentuk Elips saat mengelilingi Bumi. Sehingga pada suatu waktu, Bulan bisa berada di jarak terdekatnya dengan Bumi dan begitupun sebaliknya.

3. Durasi yang panjang

Meskipun bulan akan tampil dengan ukuran mini, Gerhana Bulan Total kali ini akan memiliki durasi yang lebih panjang yakni selama 1 jam 43 menit. Kabarnya, ini akan menjadi durasi totalitas Gerhana Bulan Total terpanjang di abad ke-21 karena tidak ada Gerhana Bulan Total dalam seratus tahun ke depan yang berdurasi lebih panjang dari yang akan terjadi pada 28 Juli 2018. Durasi panjang ini disebabkan karena Bulan akan melewati bagian tengah bayangan umbra Bumi.

4. Bertepatan dengan Hujan Meteor Delta Akuarid

Para pecinta astronomi akan dimanjakan matanya pada 28 Juli mendatang karena tak hanya bisa menikmati indahnya fenomena Gerhana Bulan Total, tetapi juga mengamati meteor-meteor yang akan melesat di langit.
Hujan Meteor itu disebut sebagai Delta Akuarid. Meskipun terjadinya Gerhana Bulan Total akan meredupkan penampakan meteor-meteor tersebut, tetapi beberapa meteor diprediksi masih akan terlihat dengan intensitas 15 sampai 20 meteor per jam jika diamati di lokasi yang gelap gulita dan tanpa polusi.

5. Oposisi Mars

Tak cukup dengan menggabungkan empat peristiwa sekaligus, saat Gerhana Bulan Total28 Juli mendatang pun akan terjadi Oposisi Mars. Oposisi menandakan sebuah benda langit yang berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari di langit.

Ketika mencapai titik oposisi, Matahari, Bumi, dan Mars akan berada di garis lurus di bidang tata surya. Hal itu membuat Mars terbit ketika Matahari terbenam, serta membuat Mars berada di jarak terdekatnya dengan Bumi.
Meskipun tidak benar-benar bertepatan, peristiwa oposisi Mars ini akan terjadi satu hari sebelum Gerhana Bulan Total yaitu pada 27 Juli 2018.

Saat itu, jarak antara Mars dan Bumi mencapai 57,8 juta kilometer. Sementara jarak terdekat antara Mars dan Bumi baru akan terjadi pada 31 Juli 2018.

Namun, pada 28 Juli 2018 Mars yang masih dekat dengan titik oposisi akan berkonjungsi dengan Bulan yang sedang mengalami Gerhana. Dengan begitu, siapapun bisa melihat Mars beberapa derajat di arah selatan Gerhana Bulan. Nantinya, Mars akan tampak seperti bintang kemerahan terang yang tidak berkelap-kelip.