Tak Kalah, Siswa Indonesia Pemakai Teknologi Tertinggi Dunia, Ini 7 Faktanya

Tak Kalah, Siswa Indonesia Pemakai Teknologi Tertinggi Dunia, Ini 7 Faktanya

Penelitian Cambridge International melalui  Global Education Census menunjukan  siswa Indonesia sangat akrab dengan teknologi, bukan hanya media sosial namun juga untuk kebutuhan pembelajaran.

Hasil penelitian yang baru pertama kali dilakukan dan dirilis secara global (13/11/2018) menunjukkan pelajar Indonesia termasuk pengguna teknologi tertinggi di dunia di bidang pendidikan.

Survei Cambridge International yang merupakan bagian dari Universitas Cambridge ini merupakan penelitian global komprehensif pertama membantu memperlihatkan kualitas pendidikan sekolah di seluruh dunia untuk para pelajar berusia 12-19 serta para guru.

Di Indonesia, sebanyak 502 siswa dan 637 guru berpartisipasi dalam survei tersebut.

Hasil studi ini membuktikan bahwa lebih banyak pelajar Indonesia yang menggunakan teknologi di dalam kelas, dibandingkan dengan Pelajar di negara-negara lain, termasuk di negara-negara yang lebih maju.

Berikut 7 fakta siswa Indonesia sebagai pengguna teknologi tertinggi berdasarkan data yang diperoleh dari Cambridge International Indonesia:

1.Pengguna IT tertinggi di kelas Siswa

Indonesia menduduki peringkat tertinggi secara global selaku pengguna ruang IT/komputer (40%) di sekolah.

2. Pengguna desktop tertinggi setelah Amerika

Mereka juga menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dalam penggunaan komputer desktop (54%), setelah Amerika Serikat.

3. Penggunaan smartphone untuk pelajaran dan mengerjakan PR

Lebih dari duapertiga pelajar (67%) di Indonesia menggunakan smartphone di dalam pelajaran kelas, dan bahkan lebih sering untuk mengerjakan pekerjaan rumah (81%).

4. Juga masih menggunakan kertas dan papan tulis

Hasil survei Cambridge International menempatkan siswa Indonesia sebagai pengguna teknologi untuk pendidikan di dunia.(Dok. Cambridge International)

Meski demikian, perangkat tradisional lain seperti pulpen dan kertas masih digunakan oleh para siswa di kelas maupun di rumah sehari-hari, sedangkan papan tulis masih populer digunakan di ruang kelas, seperti yang diungkapkan oleh 90% guru di Indonesia.

5. Pengguna laptop tertinggi dunia

Para pelajar di Indonesia juga berbeda tipis dengan Amerika Serikat sebagai pengguna laptop tertinggi untuk pekerjaan rumah (84%, dibandingkan dengan 85% di Amerika Serikat).

6. Ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi

Global Survey Education juga memaparkan cita-cita para siswa Indonesia setelah lulus. Mayoritas siswa (93%) mengungkapkan bahwa mereka ingin melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

7. Pilihan terbanyak: dokter dan ilmu komputer

Seperti halnya murid-murid di negara lain, banyak pelajar Indonesia yang ingin menjadi dokter atau dokter gigi (26%). Namun siswa Indonesia ternyata paling banyak tertarik menjadi pengusaha secara global, dimana 7% mengatakan menjadi pengusaha merupakan pekerjaan ideal bagi mereka.

Teknologi juga berperan dalam pilihan karir dan bidang studi siswa Indonesia, dimana 6% mengatakan bahwa mereka bercita-cita menjadi insinyur atau pengembang software, dan 39% mengatakan bahwa mereka mengikuti pelajaran Ilmu Komputer.

Sumber : Kompas.com

Kenapa Komodo Hanya Ada di Indonesia, Ini Alasanya

Kenapa Komodo Hanya Ada di Indonesia, Ini Alasanya

Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang panjangnya bisa mencapai 3 meter. Komodo tergolong predator buas yang bisa menyerang rusa dan manusia.

Tetapi, mengapa reptil satu ini hanya ditemukan di Nusa Tenggara? Menurut sebuah studi yang terbit di Prosiding Royal Society B, Rabu (14/11/2018), komodo bukannya tak bisa menjajah daerah lain atau menguasai dunia, tapi mereka memang tidak ingin melakukannya.

Sekelompok ahli yang mengamati komodo di empat pulau selama satu dekade mengungkap bahwa komodo tidak pernah meninggalkan tanah kelahirannya sepanjang hidup.

Tim peneliti menyebut mereka adalah kelompok homebody atau anak rumahan yang sesungguhnya. Padahal, jika komodo mau, mereka bisa menempuh puluhan mil dan melewati medan berat untuk sampai ke daerah lain.

Namun, sepertinya mereka tidak merasa perlu melakukan itu.

Selain komodo, banyak spesies pulau yang cenderung lebih suka menetap di suatu daerah yang dekat dengan “rumah”.

“Begitu hewan menjajah sebuah pulau, terlepas dari kemampuan luar biasa yang dimiliki, mereka memutuskan untuk cukup (lebih baik tinggal di rumah),” kata pemimpin studi Tim Jessop, profesor ekologi dari Deakins University, Australia, dilansir New York Times, Rabu (14/11/2018).

Penyebab perilaku ini mungkin berbeda tergantung spesies dan situasinya. Namun, hal yang membingungkan bagi para ahli adalah jika hewan berada di suatu daerah selama beberapa generasi, mereka berisiko melakukan perkawinan sedarah, menghadapi kelangkaan sumber daya, dan bahaya lain yang mungkin bisa dihindari jika mereka bergerak ke tempat lain.

komodo

Apakah komodo kurang percaya diri dalam melakukan navigasi ke daerah lain? Untuk menjawab itu, selama penelitian para ahli memindahkan tujuh komodo dewasa dari wilayah asal mereka.

Beberapa diangkut sejauh 13,7 mil jauhnya, tetapi masih ada di pulau yang sama, sementara sisanya dipindahkan ke pulau lain yang dipisahkan air dan jaraknya hanya 1 mil. Jessop mengatakan, saat Anda terisolasi di sebuah pulau, hal sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Dapat bergerak di seluruh daratan dengan lanskap yang berubah relatif lambat akan membuat eksplorasi tidak berisiko. Seekor komodo yang dipindahkan ke pulau lain ternyata mengalami sedikit masalah. Ia tidak dapat kawin dengan salah satu penghuni di rumah barunya, atau kesulitan menemukan mangsa.

Data DNA membuktikan adanya tanda-tanda perkawinan sedarah di populasi komodo, mereka juga rentan terhadap kekurangan makanan, dan terlibat dalam bencana alam.

“Namun, yang membingungkan adalah mereka seperti tidak peduli dengan semua itu,” kata Jessop. Ia percaya, komodo punya cara unik untuk bertahan hidup.

“Mereka (komodo) adalah hewan unik. Komodo remaja memiliki kebiasaan memanjat pohon untuk menghindari kanibalisme dari komodo yang lebih tua. Mereka mungkin terlihat seperti predator tingkat atas yang kejam, tetpi tujuan mereka menjadi makhluk pulau ternyata lebih sederhana dari yang kita kira,” ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Ini Sebabnya Kota di Alaska Akan Kehilangan Matahari Selama 65 Hari

Ini Sebabnya Kota di Alaska Akan Kehilangan Matahari Selama 65 Hari

Hari Minggu (18/11/2018) menjadi hari terakhir kota Utqiagvik yang ada di Alaska merasakan kehangatan sinar matahari. Sampai 65 hari ke depan, kota yang memiliki penduduk 4.000 jiwa itu akan hidup dalam kegelapan atau dikenal sebagai malam kutub (polar night). Menurut ahli meteorologi Judson Jones, polar night merupakan istilah umum untuk menyebut fenomena di mana sebuah kawasan tidak merasakan matahari selama lebih dari 24 jam.

“Ini terjadi setiap tahun. Jika Anda tinggal di lingkaran Arktik, Anda akan merasakan matahari tenggelam selama sisa musim dingin. Kabar baiknya, matahari akan kembali saat musim panas dan tidak akan tenggelam selama berhari-hari,” jata Jones dilansir CNN, Selasa (20/11/2018).

Sepertiga bagian utara Alaska terletak di atas lingkaran Arktik, lingkaran lintang yang melingkari daerah kutub Arktik yang dingin. Meski Utqiagvik bukan satu-satunya kota di Alaska yang mengalami fenomena polar night, tapi ini adalah yang pertama bagi kota Utqiagvik mengalaminya.

Sebab, kota ini berada jauh di utara. Selain Utqiagvik, penduduk kota Kaktovik, Point Hope, dan Anaktuvuk Pass akan diselimuti kegelapan selama satu sampai dua bulan ke depan. Ketiga kota itu diperkirakan akan merasakan matahari terbenam terakhir pada akhir November atau awal Desember.

Di kota Utqiagvik, matahari terakhir kali terlihat pada pukul 1.43 siang waktu setempat pada hari Minggu (18/11/2018), dan matahari akan muncul lagi sekitar tanggal 23 Januari 2019.

Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Apakah Ini Masa Terburuk dan Tergelap di Bumi ?

Apakah Ini Masa Terburuk dan Tergelap di Bumi ?

Bumi merupakan planet yang kita tempati ini ternyata tidak sebegitu tenang seperti sekarang.

Faktanya, banyak sekali hal yang telah dilewati oleh planet ini yang ‘berat’ untuk dipikul oleh para penghuninya.

Sebut saja asteroid besar yang menghantam Bumi dan memusnahkan dinosaurus pada 66 juta tahun yang lalu.

Ketika itu, temperatur Bumi berada di bawah nol derajat selama tiga tahun, ekosistem laut kandas, dan butuh waktu 30 tahun bagi Bumi untuk pulih kembali.

Wabah juga beberapa kali menghantam. Seperti Wabah Hitam yang dibawa oleh Yersinia pestis dari kutu, menghabiskan sepertiga warga Eropa dan Eurasia pada tahun 1347 hingga 1351.

Selain itu, wabah flu yang yang membunuh hampir 100 juta pemuda di tahun 1918.

Namun, menurut arkeolog dari Harvard University Michael McCormick yang dikutip oleh Science Mag, masa terburuk bagi Bumi adalah tahun 536.

Di tahun tersebut, terdapat kabut misterius yang menerjang Eropa, Timur Tengah, serta sebagian Asia. Karena kabut ini, daerah tersebut mengalami kegelapan di siang maupun malam. Parahnya, ini ters berlangsung selama 18 bulan. Akibatnya, banyak dampak yang terjadi.

Suhu Global Turun

Pertama, suhu global turun sebanyak 1,5 derajat Celcius hingga 2,5 derajat Celcius.

Hal ini menjadikan dekade tersebut adalah dekade terdingin dalam 2300 tahun terakhir. Karena temperatur ini, salju jadi turun di musim panas dan mengganggu pertanian. Dampaknya, kelaparan di mana-mana.

Yang paling parah terkena dampak pertaniannya adalah Irlandia, Skandinavia, Mesopotamia (Iraq, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Turki), Peru, dan Tiongkok.

Tak cuma kelaparan, terdapat juga wabah penyakit pes yang menjangkit Mesir.

Akhirnya, daerah mediterania yang dikuasai Romawi pun terkena wabah Justinian yang akhirnya dikonfirmasi merupakan wabah yang sama dengan wabah hitam di Eropa. Hampir setengah populasi kekaisaran Romawi musnah, dan akhirnya kerajaan tersebut runtuh.

Karena ini, sang arkeolog mengklaim bahwa tahun tersebut adalah tahun terburuk yang pernah melanda Bumi.

Ini Penyebabnya

Para ilmuwan mencoba mencari tahu dari mana datangnya kabut dan awan yang yang memperburuk keadaan Bumi di tahun tersebut.

Akhirnya tim ilmuwan yang dipimpin McCormick serta glasiolog Paul Mayewski, menemukan penyebabnya.

Tim ilmuwan menemukan bahwa terjadi letusan gunung berapi di Islandia yang abunya menutupi belahan Bumi bagian utara pada tahun 536.

Letusan kembali muncul pada tahun 540 dan juga 547. Bencana alam yang dibuntuti oleh wabah dan stagnasi ekonomi akhirnya membuat Bumi seakan-akan terpuruk dan tampak seperti dunia setelah kiamat.

Reporter: Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com

 

Ini penyebab kenapa Langit dan Laut Tampak Berwarna Biru?

Ini penyebab kenapa Langit dan Laut Tampak Berwarna Biru?

Ketika Anda melihat langit di siang hari yang cerah, umumnya Anda akan menemukan langit berwarna biru.

Sudahkah Anda tahu mengapa langit dan laut berwarna biru saat dilihat oleh mata manusia?

Buku ‘Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia’ menjelaskan bahwa atmosfer Bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu.

Sinar matahari yang memasuki atmosfer tersebut bertemu dengan molekul gas dan partikel debu tadi. Warna sinar yang memiliki gelombang sinar lebih panjang seperti merah dan kuning, dapat melewati dan menembus molekul gas dan debu tersebut.

Akan tetapi, warna biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfer. Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru.

Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru. Jika langit tidak biru di siang hari, itu berarti udara berdebu atau berkabut.

Situasi ini berbeda ketika sedang melihat langit saat matahari terbenam. Sinar matahari melakukan perjalanan lebih jauh melalui atmosfer Bumi akibatnya warna biru akan tersebar jauh dan warna yang tidak tersebar yakni merah dapat lebih terlihat, seperti dikutip dari Science-niblets.

Awan Putih
Berbeda dengan langit yang umumnya terlihat berwarna biru, pernahkah Anda terpikirkan mengapa awan berwarna putih. Situs Weather mengungkapkan, matahari merupakan faktor utama mengapa awan berwarna putih. Untuk memahami lebih lanjut, ketahuilah bahwa awan memiliki komposisi.

Awan terdiri dari tetesan air bundar kecil, yang terbentuk saat uap air mengembun dari gas ke cairan. Pahami pula mengenai spektrum elektromagnetik.

Matahari memancarkan energi dan manusia tidak dapat melihat sebagian besar energi itu dengan mata telanjang.
Manusia hanya bisa melihat spektrum yang terlihat seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Bila warna itu digabungkan, manusia melihat cahaya berwarna putih.

Saat cahaya matahari menembus tetesan awan kecil ini, maka ia terurai. Dengan kata lain, itu didorong keluar dari tetesan ke segala arah yang berbeda.

Tidak seperti hamburan di langit atau lautan, di mana molekul begitu kecil mereka hanya menyebarkan cahaya biru dan ungu, tetesan air cukup besar sehingga menyebarkan keseluruhan spektrum.
Itulah mengapa awan tampak sebagian besar berwarna putih. Ada kalanya awan sepertinya tidak berwarna putih, bahkan pada hari yang cerah. Hal ini bisa disebabkan oleh bayangan dari awan lain.

Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Petir ?

Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Petir ?

Fenomena Petir umumnya terjadi pada saat hujan turun atau ketika awan tengah mendung. Dijelaskan dalam buku ‘Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia’ bahwa petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif.

Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur atau halilintar.

Geluduk, guntur atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya.
Ini sebagai akibat udara yang terbelah, di mana sambarannya rata-rata memiliki kecepatan 150 ribu kilometer per detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.

Diambil dari berbagai sumber, energi yang dilepaskan sambaran petir konon lebih besar daripada yang dihasilkan pusat pembangkit tenaga listrik. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk bisa mencapai 10 ribu derajat Celcius.
Cahaya yang dikeluarkan petir lebih terang ketimbang cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.

Inilah penyebabnya, kenapa Kabel Earphone Mudah Kusut?

Inilah penyebabnya, kenapa Kabel Earphone Mudah Kusut?

Kabel earphone – Mendengarkan audio lewat smartphone menggunakan earphone adalah suatu kebiasaan yang dilakukan banyak orang. Seringkali kabel earphone kusut karena tidak disimpan dengan rapi.

Biasanya, benda ini disimpan begitu saja di dalam kantong. Nah, tahukah Anda mengapa kabel earphone mudah kusut ? Dikutip Huffington Post, ukuran kabel earphone yang panjang dan tipis ini membuatnya cepat kusut.

Sebab, jika tidak digulung dengan rapi, kabel tersebut dengan mudah bergerak mengikuti gerakan tubuh di dalam saku. Alhasil, bentuk kabel itu pun tak beraturan dan kusut.

Dua orang ilmuwan bernama Douglas Smith dan Dorian Raymer memublikasikan hasil studi tentang penyebab kabel earphone kusut dalam artikel bertajuk Spontaneous Knotting of an Agitated String. Mereka melakukan percobaan sampai 3.415 kali untuk mencari tahu penyebab kabel earphone kusut.

Percobaan itu dilakukan dengan cara mengantongi kabel earphone yang rata-rata panjangnya 46 sentimeter secara sembarangan. Kabel earphone yang dimasukkan ke dalam saku celana tanpa digulung itu sangat mudah kusut. Bukan hanya karena gerakan tubuh, melainkan juga gaya magnet yang ditimbulkan dari gesekan tersebut.

Gaya magnet itu membuat kabel saling tarik menarik yang membuatnya menyilang hingga menjadi kusut. Jika sudah kusut, kualitas suara yang dihasilkan earphone biasanya mulai terganggu. Bahkan, bisa jadi kabel tersebut putus sehingga tidak bisa dipakai lagi.

Dikutip dari Bussiness Insider, cara mudah untuk menjaga kualitas earphone adalah dengan menggulungnya sebelum disimpan. Pastikan gulungan itu rapi dan tidak mudah terlepas. Perhatikan pula panjang kabel earphone yang dimiliki. Semakin panjang kabelnya, maka risiko kusut kian meningkat.

 

Ternyata begini alasan Pemain Sepak bola Memuntahkan Air minum

Ternyata begini alasan Pemain Sepak bola Memuntahkan Air minum

Sepak bola – Metode carb rinsing ini dinilai lebih efektif daripada meminum air saat kelelahan yang membuat sakit perut dan kram.

Selama pertandingan sepak bola, kalian pernah nggak sih menjumpai para pemain sepak bola kerap memuntahkan air minum saat pertandingan terhenti sejenak?

Pemandangan tersebut kerap terlihat di laga yang berlangsung ketat seperti gelaran akbar Piala Dunia 2018 yang baru saja selesai.

Sembari menegak air mineral di dalam botol, para pemain ini hanya memanfatakan air minum tersebut hanya untuk berkumur-kumur dan memuntahkannya kembali.

Hal itu bukanlah suatu kebiasaan buruk lho guys, melainkan ada alasan ilmiah di balik kebiasaan unik para pemain sepak bola tersebut. Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah carb rinsing atau pembilasan karbohidrat.

Dilansir dari Business Insider, para pemain berkumur-kumur untuk melarutkan karbohidrat di mulut mereka. Hal ini diyakini bisa menjaga kinerja tubuh dan otak ketika berlaga di lapangan, dengan cara mengelabui receptors di mulut dan mengirimkan sinyal ke pusat otak, bahwa ada tambahan energi yang masuk di mulut.

Dalam studi European Journal of Sport Science 2017, carb rinsing ini dapat meningkatkan kinerja tubuh dalam berbagai kegiatan fisik karena adanya sinyal di otak membuat otot bekerja lebih keras.

Hal ini dinilai lebih efektif daripada meminum air saat kelelahan yang membuat sakit perut dan kram.

Dalam penelitian Universitas Coventry menguji 12 pria sehat berusia 20 tahunan dapat melakukan aktivitas lebih baik dan fokus setelah melakukan carb rinsing. Bahkan pada Jurnal Internasional Nutrisi Olahraga dan Metabolisme pada 2015, 12 atlet pria melakukan carb rinsing mampu mengurangi kelelahan.

Dari berbagai hasil studi tersebut, metode ini tidak memiliki dampak besar untuk aktivitas jangka pendek, namun lebih efektif untuk aktivitas berat dengan tempo lama seperti dalam pertandingan sepak bola.

“Metode carb rinsing ini tidak membuat para pemain berlari lebih cepat atau menendang lebih keras. Ini hanya akan memaksimalkan konsentrasi mereka” terang David Ferguson, seorang Asisten Profesor Fisiologi Olahraga di Michigan State.

Mengharukan, Wiratni Dosen UGM Masuk ke The 39 Powerfull Female Engineers

Mengharukan, Wiratni Dosen UGM Masuk ke The 39 Powerfull Female Engineers

Wiratni – Dosen yang telah mengajar didepartemen Teknik Kimia UGM sejak tahun 1996 ini mengaku kaget mendengar dirinya masuk dalam daftar ini.

Pada 21 Juni 2018, media Business Insider Belanda menerbitkan daftar The 39 Powerfull Female Engineers of 2018. Salah satu nama yang masuk dalam daftar tersebut adalah Wiratni, dosen UGM.Dalam artikelnya, Business Insider tersebut menyoroti peran insinyur perempuan yang pantas menjadi panutan karena jasanya dalam mengembangkan teknologi yang berdampak besar terhadap masyarakat dunia.

Adalah Wiratni Budhijanto ST., MT., Ph.D salah seorang dosen perempuan yang mengajar di Teknik Kima Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta masuk dalam daftar ini. Dosen yang telah mengajar di departemen Teknik Kimia UGM sejak tahun 1996 ini mengaku kaget mendengar dirinya masuk dalam daftar ini.

Ia tidak menyangka namanya bisa disandingkan dengan perempuan-perempuan besar lain dari seluruh dunia.“Saya tidak pernah dihubungi oleh pihak media tersebut. Saya baru tahu malah dari dosen sejawat yang menggoda,” ungkapnya.

Wiratni menduga pencantuman namanya tersebut ada kaitannya salah satu penelitiannya yang didanai USAID. Penelitian yang dimaksud adalah proyek pembuatan teknologi penyaringan air limbah menjadi air siap pakai kembali.

Metode Wiratni adalah dengan mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob sebagai mikroorganisme yang berperan dalam proses penyaringan air tadi.

Ide Wiratni ini tercetus sebagai reaksinya atas volume air bersih di dunia yang semakin menipis. Kondisi tersebut, menurutnya, disebabkan jumlah mikroorganisme penyaring air tadi semakin berkurang, sebaliknya jumlah limbah di lautan semakin banyak.

Bahkan, sudah ada penelitian yang memprediksi delapan puluh tahun lagi semua ikan di lautan akan mati karena keracunan. Wiratni kemudian memikirkan sebuah cara untuk sebisa mungkin menunda bencana alam itu.

Lalu, akhirnya terpikirlah pembuatan teknologi tadi. Alasan pemilihan bakteri anaerob oleh Wiratni disebabkan mikroorganisme jenis itu tidak membutuhkan oksigen untuk dapat hidup.

Dengan demikian, biaya yang diperlukan tidak terlalu banyak. “Intinya hanya menjaga bakteri tersebut tidak terkontaminasi oksigen sehingga mereka bisa berkembang biak dengan lancar,” jelasnya. Selain untuk menunda bencana tadi, Wiratni sendiri memang selalu berpikiran agar ilmu pengetahuan bisa berguna untuk kemaslahatan seluruh manusia di dunia.

Ia selalu mengingat salah satu perkataan dari Louise Pasteur tentang ilmu pengetahuan. Kutipan tersebut yakni, “Science knows no country, because knowledge belongs to humanity, and is the torch which illuminates the world.” Oleh karena itu, Wiratni memegang konsep Science Journalism. Inti dari pandangan itu adalah bagaimana ilmu pengetahuan bisa tersampaikan kepada publik dengan jelas. Wiratni melihat selama ini para ilmuwan selalu menjadi komunitas elit dengan bahasa yang hanya dapat dipahami sejawat mereka sendiri.

Para ilmuwan tidak mampu membahasakan ilmu pengetahuan dengan sederhana kepada masyarakat non-ilmuwan sehingga pesan yang dibawa tidak tersampaikan.

Hal itu, menurutnya, karena bahasa yang digunakan masih menggunakan istilah-istilah keilmuan yang tidak dipahami publik pada umumnya.

Akibatnya, manfaat dari ilmu yang ilmuwan tadi miliki hanya bisa dinikmati sendiri.

Ilmu pengetahuan demikian tidaklah sesuai dengan impian dari Wiratni. Ia bermimpi tentang suatu masa ketika ilmu pengetahuan bisa menjadi bahasa universal bagi manusia.

Ibarat mata uang sebagai satuan yang dipahami secara sama oleh tiap orang, ia berharap ilmu pengetahuan juga bisa seperti itu.

Wiratni menjabarkan, ketika semua orang paham ilmu pengetahuan secara menyeluruh, maka segala kesalahan informasi dan perilaku akan berkurang drastis.

Hal itu karena setiap orang memiliki pemahaman sama terhadap setiap proses yang terjadi di dunia.

Contoh yang mudah, Wiratni tunjukkan pada perkuliahan di sekitarnya. Mahasiswa sekarang kebanyakan sudah menggenggam informasi di tangannya, yakni dengan smarthphone.

Hal itu berbeda dengan dosen, terutama yang golongan tua, yang terbiasa dididik secara analog.

“Dosen yang tidak memahami konteks zaman maka masih akan meminta mahasiswanya untuk menghafal serta mencatat segala materi yang diberikan. Sebaliknya, dosen yang memahami konteks zaman maka akan lebih mengarahkan mahasiswa ke aspek praktis dari ilmu pengetahuan itu serta prospek yang dapat ia penuhi ke depannya,” terang Wiratni.

Ia melanjutkan bahwa UGM merupakan salah satu universitas yang sudah menerapkan prinsip Science Journalism. Proses komunikasi dengan publik, menurut Wiratni, sudah banyak UGM laksanakan.

Ia mencontohkan program Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan tiap tahun. “Intinya adalah ilmu pengetahuan bisa dinikmati masyarakat pada umumnya,” tutup Wiratni dosen UGM ini.

Begini Cara Mengetahui Siapa yang Sudah Unfriend dan Unfollow di Facebook dan Instagram

Begini Cara Mengetahui Siapa yang Sudah Unfriend dan Unfollow di Facebook dan Instagram

Unfirend dan Unfollow – Media sosial memang memberikan manfaat besar bagi para penggunanya. Namun, tidak jarang media sosial juga membuat hubungan pertemanan agak longgar. Perbedaan pandangan politik kerap menjadi pemicu utamanya. Alhasil, tidak sedikit mereka yang akhirnya memilih untuk menekan tombol unfriend atau unfollow.

Hal ini pun terjadi di berbagai platform media sosial, apalagi di layanan populer seperti Facebook dan Instagram. Mengingat, kedua platform ini memang tengah ramai digunakan oleh berbagai orang dari penjuru dunia. Sayangnya, seorang pengguna Facebook atau Instagram kesulitan untuk mengetahui siapa saja yang sudah meng-unfriend atau unfollow.

Untuk mengetahui hal tersebut, Anda bisa saja melakukan pengecekan secara manual. Hal ini tentu saja sangat merepotkan. Apalagi kalau memiliki ratusan atau ribuan teman dan follower. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menggunakan layanan pihak ketiga untuk bisa mengetahui daftar teman yang sudah unfriend dan unfollow.

Sebagai catatan, layanan seperti ini kerap mendapatkan hambatan dari Facebook. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka pun sudah berulang kali melakukan upaya penutupan untuk layanan tersebut. Contohnya, situs who.deleted.me dan unfriendfinder.net yang kini sudah tak lagi beroperasi. Lalu, bagaimana solusinya? Tenang saja, masih ada layanan serupa yang bisa Anda gunakan.

Berikut ini adalah layanan yang bisa dipakai untuk mengetahui daftar unfriend dan unfollow di Facebook dan Instagram:

Still Friends untuk Mengetahui Daftar Unfriend di Facebook Bagi pengguna Facebook, terutama Anda yang memakai iPhone, bisa memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Still Friends.

Aplikasi ini berguna untuk mengecek daftar teman yang sudah menghapus Anda dari daftar pertemanan. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di App Store. Hanya saja, untuk bisa mengetahui identitas teman yang meng-unfriend tersebut, Anda harus membayar ‘credit’ dengan nilai tertentu.

Followers & Likes Manager for Instagram Kalau Anda aktif di Instagram, bisa pula menggunakan sebuah aplikasi iPhone yang bernama Followers & Likes Manager for Instagram.

Aplikasi ini akan memberikan informasi saat ada pengurangan atau penambahan follower di Instagram. Selain itu, Anda juga akan menemukan daftar follower terburuk atau sosok pengagum rahasia, yang memilih tidak menjadi follower tapi sering menyukai dan memberikan komentar.