HIDAYAH MILIK SIAPA SAJA

HIDAYAH MILIK SIAPA SAJA

Saat acara Pertemuan Wali Santri Baru di Pondok Pesantren Al Irsyad Tengaran, Salatiga, para peserta dikejutkan dengan hadirnya salah seorang mantan atlet Sepak Bola yang telah memperkuat salah satu grup kesebelasan sepak bola, salah satu kota di Indonesia. Beliau adalah Muhammad Ridwan. Ente yang gemar sepak bola pasti tidak asing mendengar namanya. Beliau ternyata juga merupakan salah satu Wali Santri baru di Pondok Pesantren tsb.

Pada acara tsb, beliau dipercaya untuk memberikan kata sambutan mewakili ribuan wali santri baru.
Beliau pun bercerita singkat tentang perjalan hidupnya selama ini hingga memutuskan menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Al Irsyad.
Beliau bercerita bahwa selama masih menjadi atlet sepak bola, beliau sangat sibuk bahkan sering meninggalkan keluarganya yaitu Istri dan anak-anaknya untuk berlatih dan berlaga di dunia sepak bola, sehingga beliau sendiri pun merasa kurang mengenal agamanya, bahkan anaknya pun nyaris “kurang perhatian thp pendidikan agamanya”.

Hingga suatu saat akhirnya beliau mulai mengenal lebih agama Islam, yang berawal dari artikel di Media sosial, ceramah di Youtube dan sampai menghadiri Kajian-kajian.
Beliau tertarik dengan Ustadz-ustadz Sunnah yang menyampaikan ceramah, yang menurut beliau sangat baik materi yang disampaikan.
Ada salah satu Ustadz Sunnah yang beliau kagumi, sehingga membuat hatinya penasaran dan kemudian menggerakkan hatinya menelusuri jejak Pendidikan dari Ustadz tsb. Hingga akhirnya dia mengetahui bahwa jenjang Pendidikan yang dilewati oleh Ustadz yang dikagumi tsb salah satunya adalah di Pondok Pesantren ini.
Di hati Beliau ingin agar anak keturunannya bisa mengenyam Pendidikan di Pondok Pesantren ini. Tapi beliau paham bahwa untuk bisa masuk dan mengenyam Pendidikan di Pondok Pesantren ini tidaklah mudah, dan beliau merasa bahwa anaknya masih sangat kurang mengenal Pendidikan Islam. Hingga akhirnya beliau membuat keputusan hidup yang sungguh luar biasa. Beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari atlet sepak bola dengan tujuan agar beliau dapat fokus memperhatikan keluarganya dan lebih mempersiapkan Pendidikan anaknya agar dapat masuk ke Pondok Pesantren ini.
Gemerlap dunia atlet sepak bola yang telah membesarkan nama beliau dan kenikmatan duniawinya yang telah didapatkan, tak sedikitpun menggoyahkan pendiriannya.

Keputusan tsb bukanlah keputusan yang mudah, karena beliau paham berbagai kendala akan datang dan harus siap untuk dihadapi. Dihina dan direndahkan itu sudah pasti. Kendala besar adalah dari keluarganya yaitu orang tua dan kakek-neneknya.
Namun berkat doa dan usahanya memahamkan keluarganya, akhirnya keluarganya pun menerima keputusannya tsb.

Dan saat ini, jerih payahnya pun telah membuahkan hasil. Anaknya telah dinyatakan LULUS dan diterima untuk mengenyam Pendidikan di Pondok Pesantren Al Irsyad. Kebahagiaan dan rasa syukur pun nampak pada wajahnya. Beliau pun diberikan kepercayaan untuk memberikan kata sambutan mewakili sekian ribu wali santri baru. Beliau berdiri dihadapan para Asaatidzah dan Syaikh dari Arab Saudi.
Grogi ? pastilah, bahkan beliau lebih memilih lari 10 kali mengelilingi lapangan daripada harus berdiri dan berbicara di depan para Asaatidzah….

Pelajaran untuk Kita semua,
-Bahwa berubah menjadi baik itu bukanlah perkara bisa atau tidak, tapi antara mau atau tidak.
-Hidayah itu harus dicari dengan ketekunan, tenaga ekstra dan pengorbanan besar.
-Bila Kita menginginkan “Mutiara” maka Kita harus menyelam lebih kuat dan dalam untuk mendapatkannya.

Barakallahu fiik.
Semoga Allah senantiasa memberkahi dan menjaga
keistiqomahan Kita semua di jalan yang haq ini.
Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *